Detail Berita Desa
RUWATAN SEBAGAI PENUTUP KHIDMAT RANGKAIAN BERSIH DESA WONOREJO 2025
Diposting pada : 19 July 2025
Wonorejo, 18 Juli 2025 — Rangkaian kegiatan Bersih Desa Wonorejo tahun 2025 ditutup secara khidmat dan penuh makna dengan tradisi ruwatan yang digelar pada Jumat pagi, 18 Juli 2025. Acara ini berlangsung di Pendopo Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, sejak pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 08.30 WIB. Tradisi ruwatan tersebut menjadi momen puncak dari seluruh rangkaian kegiatan tahunan desa yang sarat nilai budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal.
Ruwatan adalah salah satu tradisi adat Jawa yang dipercaya sebagai sarana untuk membuang kesialan, menghilangkan energi negatif, dan memohon keselamatan serta ketenteraman hidup kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tradisi ini secara khusus ditujukan kepada individu atau kelompok yang secara mitologis masuk dalam golongan sukerta atau mereka yang diyakini rentan terhadap nasib buruk. Namun dalam perkembangan saat ini, ruwatan tidak hanya untuk individu yang termasuk sukerta, tetapi telah menjadi ritual kolektif sebagai bentuk doa bersama agar masyarakat dan wilayah desa terhindar dari berbagai mara bahaya.
Prosesi ruwatan di Pendopo Desa Wonorejo dipimpin oleh Dalang Ismoyo, seorang dalang senior yang dikenal luas karena keahliannya dalam membawakan lakon dan ritual ruwatan dengan khidmat serta penuh makna. Beliau tidak hanya membawakan prosesi spiritual, tetapi juga menyampaikan petuah dan wejangan yang berisi nilai-nilai kehidupan, etika sosial, serta ajaran luhur budaya Jawa. Dalam salah satu bagiannya, Dalang Ismoyo memberikan penekanan bahwa manusia harus senantiasa mawas diri, menjauhi perbuatan tercela, dan senantiasa bersyukur serta berserah kepada kehendak Tuhan.
Acara dimulai dengan ritual pembukaan, diawali dengan doa bersama untuk memohon kelancaran jalannya prosesi. Lalu dilanjutkan dengan sesaji dan perlengkapan ruwatan yang telah disusun secara rapi di tengah pendopo. Aroma wangi kemenyan dan bunga-bunga ritual menguar memenuhi ruangan, memberikan nuansa sakral dan menenangkan. Lantunan gending Jawa yang dimainkan secara live oleh pengrawit juga mengiringi jalannya ruwatan, menciptakan atmosfer yang syahdu dan penuh ketenangan spiritual.
Salah satu momen penting dalam prosesi ruwatan ini adalah pemotongan rambut simbolik. Tradisi ini melambangkan pembuangan unsur negatif atau sifat buruk dalam diri seseorang, sebagai bentuk permulaan menuju kehidupan yang lebih bersih, suci, dan baik. Pemotongan dilakukan oleh Dalang Ismoyo terhadap sejumlah peserta yang secara simbolik mewakili masyarakat Desa Wonorejo. Potongan rambut tersebut kemudian dibungkus bersama sesaji dan dilarung sebagai simbol pelepasan segala keburukan, kesialan, dan rintangan dari kehidupan masyarakat.
Dalam acara ini, Kepala Desa Wonorejo, Bapak Sami’an, hadir secara langsung bersama istri dan anak-anaknya. Kehadiran beliau sekeluarga dalam prosesi ruwatan menunjukkan komitmen kuat pimpinan desa dalam menjaga dan melestarikan adat serta tradisi leluhur. Selain itu, seluruh kepala dusun dari enam wilayah di Desa Wonorejo turut hadir, yakni Kepala Dusun Krajan A, Krajan B, Krajan C, Sidoreno, Jatisari, dan Gumukbanji. Para perangkat desa dan seluruh staf pun tampak mengenakan pakaian adat Jawa sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan budaya lokal.
Para peserta dan hadirin mengikuti prosesi ruwatan dengan sikap tenang, hening, dan penuh penghormatan. Suasana di pendopo sangat tertib dan syahdu, mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga spiritualitas dan warisan budaya. Meskipun berlangsung pada pagi hari, antusiasme warga tidak surut. Beberapa warga yang tidak secara langsung terlibat dalam prosesi tetap menyaksikan dari luar pendopo dengan rasa hormat.
Dalam wejangan yang disampaikan Dalang Ismoyo, ditekankan pentingnya harmoni antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, serta manusia dengan Tuhan. Beliau juga menyinggung pentingnya menjaga tutur kata, etika, serta menjauhkan diri dari kesombongan dan kemarahan. Wejangan ini disampaikan dengan bahasa Jawa kawi yang indah dan penuh makna, disertai dengan alunan gamelan yang mengiringi suasana batin para hadirin untuk merenung dan menata diri.
Selesai prosesi ruwatan, para peserta diberikan air berkat dan bunga melati yang dipercaya membawa keberkahan. Selain itu, nasi berkat juga dibagikan kepada seluruh hadirin sebagai simbol syukur dan berbagi berkah kepada sesama. Pendopo desa pun menjadi pusat spiritualitas dan kekhidmatan pada pagi itu, menjadikan ruwatan bukan hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai pengingat tentang pentingnya kehidupan yang bersih secara lahir maupun batin.
Kegiatan ini menjadi penutup yang sempurna dari rangkaian Bersih Desa Wonorejo 2025, yang telah dimulai sejak awal bulan dengan berbagai agenda seperti jalan sehat, santunan anak yatim dan dhuafa, istighosah bersama, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Semua kegiatan tersebut berpuncak pada ruwatan, yang secara simbolik dan spiritual menjadi pembersih serta peneguh semangat baru bagi masyarakat desa untuk melangkah ke masa depan dengan penuh harapan dan keberkahan.
Ruwatan tahun ini juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan budaya lokal di tengah era modernisasi. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan spiritualitas masyarakat. Dalam konteks kehidupan sosial, ruwatan menjadi sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan kesadaran kolektif, serta memperkuat identitas budaya sebagai masyarakat Jawa yang religius dan beradab.
Dengan berakhirnya prosesi ruwatan ini, maka seluruh rangkaian Bersih Desa Wonorejo Tahun 2025 telah selesai dilaksanakan. Kepala Desa Wonorejo dan seluruh jajaran pemerintahan desa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Semangat gotong royong, rasa syukur, serta keharmonisan sosial yang terbangun selama rangkaian acara diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi bekal untuk membangun desa yang lebih maju, makmur, dan berbudaya.
Demikianlah penutupan rangkaian Bersih Desa Wonorejo 2025, yang tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga sebagai cermin jati diri masyarakat desa yang menjunjung tinggi tradisi, spiritualitas, dan kebersamaan. Semoga segala harapan dan doa yang terpanjatkan dalam setiap prosesi dapat dikabulkan, dan Desa Wonorejo senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kedamaian sepanjang masa.
Cari Berita Lainnya
Profil Pembuat Berita
Desa : Wonorejo
Kecamatan : Kencong
Alamat : Jl. Kartini No. 34 Desa Wonorejo Kecamatan Kencong Kabupaten Jember
Telepon :
Berita Lainnya
BUDI GURU NGAJI, P3N, KETUA KELOMPOK PENGAJIAN MUSLIMAT dan MARBOT MASJID
Oleh : Desa Glundengan
Kategori: Berita Desa
Tanggal : 18 March 2026
SOSIALIDES GURU NGKELOMPOK PENGAJIAN MUSLIMAT dan MARBOT MASJID
Oleh : Desa Glundengan
Kategori: Berita Desa
Tanggal : 17 March 2026
SOSIALISASI & MUSDES GURU NMPOK PENGAJIAN MUSLIMAT dan MARBOT MASJID
Oleh : Desa Glundengan
Kategori: Berita Desa
Tanggal : 17 March 2026
PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI BULAN JANUARI-MARET 2026
Oleh : Desa Umbulsari
Kategori: Berita Desa
Tanggal : 17 March 2026
PELAKSANAAN PENYALURAN BLT DESA TAHUN 2026 DESA JATIAN KECAMATAN PAKUSARI
Oleh : Desa Jatian
Kategori: Berita Desa
Tanggal : 17 March 2026
PPID Utama Kabupaten Jember
Dinas
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember
Alamat
Jl. Nusantara No.02, Kaliwates, Jember (Area Gedung Balai Serbaguna)
Peta Lokasi PPID Utama
Link PPID Utama Kabupaten JemberPPID Utama Desa
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Jember
Alamat : Jl. Jawa No.26, Sumbersari, Jember
Telepon : (0331) 322870
Tim Programmer Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember |
2022 © Diskominfo Jember
v1.0