Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
UMKM / Ekonomi Kreatif

Produksi Batik

Salah satu potensi dari Desa Tegalwaru Kecamatan Mayang Kabupaten Jember

produksi-batik

Deskripsi Potensi

DUSUN SUMBER PINANG DESA TEGALWARU INDUSTRI BATIK CAP DAN BATIK TULIS Batik merupakan hal yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia saat ini. Batikmerupakan salah satu warisan nusantara yang unik. Keunikannya ditunjukkandengan barbagai macam motif yang memiliki makna tersendiri. Menurut Asti M.dan Ambar B. Arini (2011: 1) berdasarkan etimologi dan terminologinya, batikmerupakan rangkaian kata mbat dan tik. Mbat dalam bahasa Jawa dapat diartikansebagai ngembat atau melempar berkali-kali, sedangkan tik berasal dari kata titik.Jadi, membatik artinya melempar titik berkali-kali pada kain. Adapula yangmengatakan bahwa kata batik berasal dari kata amba yang berarti kain yang lebardan kata titik. Artinya batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kainyang lebar sedemikian sehingga menghasilkan pola-pola yang indah. Dalam KamusBesar Bahasa Indonesia, batik memiliki arti kain bergambar yang pembuatannyasecara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudianpengolahannya diproses dengan cara tertentu.Batik sudah ada sejak jaman Majapahit dan sangat populer sampai saat ini.Tidak ada yang dapat memastikan kapan batik tercipta. Namun, motif batik dapatterlihat pada artefak seperti pada candi dan patung. Menurut Asti M. dan Ambar B.Arini (2011: 1) kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaianyang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia. Memang padaawalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton, untuk pakaian raja dan keluarga, serta para pengikutnya. Batik yang masuk kalangan istana diklaimsebagai milik dalam benteng, orang lain tidak boleh mempergunakannya. Hal inilahyang menyebabkan kekuasaan raja serta pola tata laku masyarakat dipakai sebagailandasan penciptaan batik. Akhirnya, didapat konsepsi pengertian adanya batikklasik dan tradisional. Penentuan tingkatan klasik adalah hak prerogatif raja.Banyaknya pengikut raja yang tinggal di luar keraton, menjadikan keterampilanmembuat batik meluas dan ditiru oleh masyarakat sekitar. Bahkan membatikmenjadi pekerjaan wanita untuk mengisi waktu luangnya. Akibatnya batik yangsemula hanya dipakai oleh keluarga keraton, menjadi pakaian rakyat. Pada awalkeberadaannya, motif batik terbentuk dari simbol-simbol bermakna, yangbernuansa tradisional Jawa, Islami, Hinduisme, dan Budhisme. Dalamperkembangannya, batik diperkaya oleh nuansa budaya lain seperti Cina dan Eropamodern