Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

upgrading digitalisasi UMKM Lewat Inovasi dan Branding oleh mahasiswa KKN kolaboratif 203

Author
Desa Sumberjambe Kec. Sumberjambe
15 Agustus 2025 355 Kali Dilihat

Sumberjambe, 29 Juli 2025 --- Posko 203 yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif melaksanakan kegiatan upgrading dan pendampingan UMKM keripik singkong di dusun Semek Desa Sumberjambe, Kabupaten Jember. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi serta daya saing produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta membantu agar label produk tidak terlalu monoton untuk memikat daya Tarik penjualan.

Usaha yang dinamai Keripik Singkong "Putra Putri" ini telah tumbuh sejak 2015, berawal dari keinginan Ibu Kholik untuk membantu ekonomi keluarga. Awalnya ia menjual krupuk opak, namun beralih ke keripik singkong karena proses pembuatannya lebih cepat dan memiliki daya tarik tinggi di pasar. Bersama sang suami, Bapak Samsudin, Ibu Kholik terus mengembangkan produksinya secara mandiri dari rumah.

Produk keripik ini hadir dalam dua varian rasa, Original dan Balado, dengan racikan bumbu khas buatan sendiri. Harga yang terjangkau mulai dari Rp5.000 per bungkus menjadikan produk ini laris di pasaran. Produksi harian bisa mencapai 30--50 kg, dan bahkan meningkat drastis saat hari raya.

UMKM keripik singkong yang menjadi sasaran program ini merupakan usaha rumahan milik Ibu kholik warga dusun Semek, Sumberjambe. Selama ini, usaha tersebut berjalan secara sederhana dan terbatas pada skala lokal. Melalui pendampingan dari Posko 203, usaha ini mendapat bimbingan menyeluruh mulai dari pengelolaan usaha, peningkatan mutu produk, hingga strategi pemasaran digital.

"Tidak terfokus pada hasil saja namun bagaimana produk berkelanjutan dan menarik Oleh karena itu, kami bantu dari sisi branding, pembuatan kemasan, pelatihan digital marketing, " Lailatul Zahro, Koordinator Posko 203.

Keberhasilan usaha ini juga tidak lepas dari kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 203 yang ditempatkan di Desa Sumberjambe. Para mahasiswa dari berbagai program studi ini berperan aktif dalam membantu pengembangan usaha Ibu Kholik, khususnya dalam hal:

  • Ā Ā Digitalisasi Promosi: Mahasiswa membantu membuatkan desain label kemasan yang lebih menarik dan informatif, serta membantu membuka akun media sosial dan katalog digital sederhana agar pemasaran bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
  • Ā Pembuatan Video Promosi: Beberapa mahasiswa membuat video dokumentasi usaha Ibu Kholik yang diunggah ke media sosial dan YouTube. Video ini berisi cerita inspiratif serta proses produksi keripik singkong dari awal hingga siap edar.
  • Ā Pelatihan Keuangan Sederhana: Posko 203 juga memberikan pelatihan dasar pencatatan keuangan, agar Ibu Kholik bisa lebih mudah menghitung laba, biaya produksi, serta pengelolaan stok bahan baku.
  • Ā  Ā Pembuatan Barcode WhatsApp & Google Maps: Dengan dukungan mahasiswa KKN, produk Keripik Singkong Putra Putri kini dilengkapi dengan barcode WhatsApp yang langsung terhubung ke nomor pemesanan, serta lokasi usaha yang sudah terdaftar di Google Maps, memudahkan pembeli luar daerah untuk datang langsung atau memesan secara online.

Selama kegiatan berlangsung, tim KKN juga memperkenalkan teknologi sederhana untuk proses produksi yang lebih efisien serta mengedukasi pelaku UMKM tentang pentingnya pencatatan keuangan. Selain itu, mereka membantu membuat akun media sosial dan katalog digital sebagai media promosi.

Ibu Kholik menyampaikan rasa syukurnya atas program ini. "Saya sangat terbantu, terutama dalam hal pemasaran dan pengemasan. Sekarang keripik saya kelihatan lebih menarik dan siap masuk toko-toko," ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN Tematik untuk berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi lokal. Posko 203 berharap, setelah program ini selesai, UMKM keripik singkong di Desa Sumberjambe dapat terus berkembang dan menjadi salah satu produk unggulan desa.

Bagikan: