80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
JEMBER โ Upaya pencegahan dan penanganan stunting terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pencegahan Stunting bagi Tenaga Lini Lapangan Tahap 3 yang digelar di Balai KB Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dari masing-masing desa di wilayah Kecamatan Sukowono. Sebanyak 12 kader hadir dalam kegiatan tersebut dengan masing-masing desa diwakili oleh satu orang kader.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman sekaligus kemampuan kader dalam menjalankan tugas pendampingan terhadap keluarga yang menjadi sasaran pencegahan stunting. Selain mendapatkan penguatan kapasitas, para kader juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan kinerja Tim Pendamping Keluarga (TPK) di masing-masing desa.
Dalam kegiatan tersebut, Prima Nur Ardiansyah memberikan sambutan sekaligus menyampaikan materi kepada para peserta. Materi yang diberikan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman tenaga lini lapangan mengenai peran dan tanggung jawab mereka dalam mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, kader diharapkan tidak hanya memahami aspek pencegahan stunting secara umum, tetapi juga mampu melakukan pendampingan secara lebih terarah kepada kelompok sasaran. Pendampingan menjadi salah satu bagian penting karena pencegahan stunting membutuhkan intervensi sejak sebelum kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.
Salah satu kader yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Wagini Setyowati, yang mewakili Desa Sumberwringin. Kehadiran kader dari masing-masing desa menjadi bagian dari upaya memastikan informasi dan penguatan kapasitas yang diberikan dalam kegiatan dapat diteruskan dan diterapkan di tingkat masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing kader TPK memiliki tanggung jawab mendampingi sejumlah kelompok sasaran yang memiliki risiko berkaitan dengan stunting. Sasaran tersebut meliputi ibu hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta), balita, ibu nifas, serta calon pengantin.
Pendampingan terhadap kelompok sasaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dan pencegahan sejak dini. Dengan pendampingan yang dilakukan secara konsisten, berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak maupun kesehatan ibu diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Prima Nur Ardiansyah dalam penyampaian materinya menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader sebagai tenaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, kader memiliki posisi strategis dalam memastikan proses pendampingan keluarga sasaran berjalan secara optimal.
โPeningkatan kapasitas ini penting agar kader semakin memahami tugas dan perannya dalam pendampingan keluarga sasaran. Evaluasi kinerja juga diperlukan untuk melihat sejauh mana pendampingan yang dilakukan di masing-masing desa sudah berjalan dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki,โ ujar Prima Nur Ardiansyah.
Sementara itu, keterlibatan kader seperti Wagini Setyowati menjadi bagian dari penguatan jejaring di tingkat desa. Kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara keluarga sasaran dengan berbagai layanan dan program yang berkaitan dengan pencegahan stunting.
Evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan tahap ketiga ini juga diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi pelaksanaan pendampingan selanjutnya. Dengan mengetahui capaian, kendala, dan kebutuhan di lapangan, koordinasi antara kader dan pihak terkait dapat dilakukan secara lebih efektif.
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pencegahan Stunting bagi Tenaga Lini Lapangan Tahap 3 tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan penguatan komitmen bersama. Sinergi tenaga lini lapangan hingga tingkat desa dinilai penting untuk memastikan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkesinambungan dan menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan pendampingan.