80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kalisat, Jember - Hasil survei tim KKN kolaboratif Kalisat 184 yang dilakukan pada hari Rabu, 24 Juli 2025, di wilayah RW 20-25 Desa Kalisat, Kabupaten Jember, menunjukkan tingginya angka putus sekolah anak-anak di wilayah tersebut. Survei yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB ini melibatkan puluhan keluarga dan mengungkap tiga faktor utama penyebab anak-anak meninggalkan bangku sekolah. Sebagian besar keluarga di RW 25 memilih mengirimkan anak-anak mereka ke pondok pesantren dengan alasan ingin memberikan pendidikan agama yang lebih mendalam selain juga atas keinginan anak-anak mereka.
Namun, pilihan ini sering kali mengharuskan anak untuk meninggalkan sekolah formal karena keterbatasan waktu dan fokus pada pendidikan keagamaan. Selain itu, budaya pernikahan dini masih mengakar kuat di wilayah ini, terutama untuk anak perempuan. Data menunjukkan bahwa beberapa anak perempuan usia 15-17 tahun (tingkat smp-sma) telah menikah dan otomatis menghentikan pendidikan untuk mengurus rumah tangga. Faktor terakhir yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah kurangnya semangat dan motivasi anak-anak untuk bersekolah. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, lingkungan yang kurang mendukung, hingga minimnya fasilitas pendidikan yang memadai.
Laporan: Tim Survei KKN Kolaboratif Desa Kalisat
Rabu, 24 Juli 2025