Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Timbang, Ukur, dan Tertawa: Kolaborasi Seru Mahasiswa KKN-K 168 dengan Kader Posyandu Candijati

Author
Desa Candijati Kec. Arjasa
06 Agustus 2025 257 Kali Dilihat

Candijati, Arjasa - Pagi itu, Balai Desa Candijati berubah menjadi ruang penuh semangat dan tawa. Bukan sekadar kegiatan rutin, Posyandu Candijati hari itu menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi tulus antara mahasiswa KKN Kolaboratif 168 dan Kader Posyandu setempat mampu menghadirkan layanan kesehatan yang akurat sekaligus hangat dan manusiawi (05/08/2025). "Timbang, Ukur, Tertawa" menjadi semangat yang terasa di setiap sudut ruangan.

Lebih dari Sekadar Pengukuran: Sinergi yang Menghidupkan Posyandu

Gambaran Posyandu yang kaku dan formal sirna di Candijati. Mahasiswa KKN-K 168 tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi terjun langsung menjadi mitra aktif kader. Mereka membantu tugas teknis seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala balita, serta LILA dan berat badan ibu hamil. Namun, kontribusi mereka jauh melampaui itu.  

Mereka menjadi "jembatan emosional": menenangkan balita yang menangis dengan cerita lucu dan canda, mendampingi lansia yang bingung dengan sabar, serta memecah kecemasan dengan interaksi yang ramah. Sementara itu, kader Posyandu tetap memegang peran vital dalam pencatatan akurat di Kartu Menuju Sehat (KMS) dan memberikan pandangan medis berdasarkan pengalaman lapangan bertahun-tahun.

Pertukaran Ilmu: Kearifan Lokal Bertemu Semangat Kreatif Baru

Kolaborasi ini bukan hubungan satu arah. Ini adalah pertukaran pengetahuan yang saling menguntungkan. Kader Posyandu berbagi kearifan lokal dan pengalaman lapangan yang tak ternilai dalam memahami karakteristik dan kebutuhan warga Candijati. Di sisi lain, mahasiswa KKN membawa pendekatan komunikasi kesehatan yang lebih segar, kreatif, dan mudah diterima, terutama dalam menyampaikan edukasi penting kepada ibu dan calon ibu.  

Dampak nyata? Proses layanan menjadi lebih efisien dan lancar. Antrean lebih tertata, waktu tunggu berkurang signifikan, dan yang paling terasa - suasana Posyandu berubah menjadi lebih riang, hangat, dan menyenangkan bagi semua peserta, mulai dari balita hingga lansia.

Dampak Kecil, Makna Besar: Memperkuat Pondasi Kesehatan Desa

Dukungan operasional non-administratif dari mahasiswa KKN-K 168 ini membuahkan hasil konkret. Efisiensi meningkat, beban kerja kader lebih tertangani, dan yang terpenting - kepercayaan dan partisipasi warga terhadap Posyandu semakin menguat.

Bagi para mahasiswa, pengalaman ini jauh lebih berharga dari sekadar memenuhi tugas KKN. Ini adalah kuliah nyata di tengah denyut nadi kesehatan masyarakat desa. Setiap angka yang tercatat di timbangan, setiap senyum balita yang berhasil mereka buat, dan setiap anggukan terima kasih dari lansia adalah pengingat langsung tentang arti pengabdian. Mereka menyadari, dari desa kecil seperti Candijati inilah generasi sehat, pondasi bangsa yang kuat, akan bertumbuh.

Candijati Mengajarkan: Kesehatan Komunitas Dimulai dari Kolaborasi

Aktivitas di Posyandu Candijati hari itu bukan cuma tentang mengukur dan menimbang. Ia membuka mata mahasiswa bahwa membangun kesehatan masyarakat adalah kerja kolektif, tanggung jawab bersama.  

Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan komunitas (kader), dan masyarakat menunjukkan sebuah model sinergi yang potensial. Mereka membuktikan bahwa ketika semua pihak bersatu dengan semangat gotong royong dan empati, target kesehatan masyarakat yang lebih baik bukanlah mimpi belaka.

Semoga sinergi semacam ini terus bergema, menjadikan setiap desa sebagai titik awal perubahan menuju Indonesia yang lebih sehat!

Bagikan: