80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Jember, 29 Juli 2025 ā Sebanyak 8 (delapan) dari 12 (dua belas) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2025 turut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi remaja yang dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren Miftahus Saāadah, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut di awali sambutan oleh Bapak Abdullah yang selaku Kepala KAU Sukorambi, Bapak Sodik Haryadi selaku Kepala MTs Yayaysan Miftahus Saāadah, dan Ibu Inarahmawati selaku Koordinator UPT KB dari BKKBN (Unit Pelaksana Teknis Keluarga Berencana) Sukorambi. Sementara untuk pemateri diisi oleh Bapak Abdullah selaku Kepala KAU Sukorambi dan Ibu Inarahmawati selaku Koordinator UPT KB dari BKKBN Sukorambi. Sebelumnya kegiatan sosialisasi ini adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pergaulan sehat dan menekan angka pernikahan dini atau dispensasi nikah. Tema yang dibawakan tersebut ternyata sejalan dengan salah satu program mahasiswa KKN Desa Karangpring, maka dari itu sebelum pelaksanaan sosialisasi tersebut para mahasiswa KKN telah bekerja sama untuk ikut serta dalam sosialisasi tersebut. Selain dihadiri oleh dari Mahasiswa KKN Kolaboratif, adapun dari mahasiswa magang dari UIN Khas Jember dari fakultas Hukum Keluarga.
Sosialisasi yang digelar pada hari Senin (28/7) ini menyasar isu-isu krusial di kalangan remaja, seperti pergaulan sehat dan bahaya pernikahan dini, termasuk penjelasan terkait fenomena dispensasi nikah yang semakin marak di kalangan usia sekolah. Sebanyak 26 siswa dari kelas 9 (sembilan) dan kelas 10 (sepuluh) tampak antusias dan semangat untuk mengikuti kegiatan sosialisasi yang dikemas secara interaktif. Dalam sesi pemaparan, pemateri menyampaikan pentingnya menjaga batas dalam pergaulan remaja, membangun relasi sosial yang sehat, serta memahami risiko hukum, psikologis, dan sosial dari pernikahan dini.
Pemateri pertama memberikan sebuah pertanyaan terkait apa kekurangan, kelebihan, dan kemampuan tiap individu ataupun teman sebangku mereka. Hal tersebut bertujuan agar nantinya para siswa mengetahui potensi diri mereka sendiri dan juga hal-hal apa saja yang menjadi kekurangan mereka yang untuk kemudian dapat mereka sikapi dengan benar. Sedangkan pemateri kedua memberikan pemaparan mengenai faktor, dampak, dan upaya pencegahan pernikahan dini.
Sementara itu, mahasiswa KKN Kolaboratif 2025 yang hadir turut serta dalam kegiatan tersebut, yakni melatih fokus siswa sebelum pemateri pertama dan kedua datang memberikan pemaparan materi mereka. Dalam hal ini, mahasiswa KKN Kolaboratif memberikan permainan berupa sikut sakit sikat yang merupakan sebuah permainan ice breaking yangĀ bertujuan untuk melatih fokus dan konsentrasi.
Tentunya dengan hadirnya sosialisasi ini dapat membantu dalam memperkuat pemahaman para siswa, khususnya siswa Miftahus Saāadah terhadap isu-isu krusial yang sering kali luput dari pembelajaran formal. Sosialisasi ini juga menjadi salah satu contoh nyata dari sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan institusi perguruan tinggi dalam mendorong terbentuknya generasi muda yang cerdas secara emosional, sadar hukum, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Kegiatan ini sejalan dengan semangat besar KKN Kolaboratif 2025 yang mengusung tema Desa Cinta (Cerdas, Inklusif, dan Tangguh).
Dengan berjalannya kegiatan-kegiatan semacam ini, nantinya nilai-nilai edukatif dapat ditanamkan kuat di lingkungan sekolah dan masyarakat, sebagai investasi jangka panjang untuk pembangunan sosial dan pendidikan di Desa Sukorambi dan sekitarnya.