Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Sosialisasi Gizi di SDI Fatihul Ulum, Edukasi Sejak Dini untuk Generasi Sehat

Author
Desa Mundurejo Kec. Umbulsari
10 Agustus 2025 273 Kali Dilihat

Mundurejo, Umbulsari – Upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang terus diadakan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif. Pada Jum'at, 8 Agustus 2025, SD Islam Fatihul Ulum Assu A’di yang terletak di Desa Mundurejo menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Gizi yang dihadiri oleh puluhan siswa, guru, serta tim mahasiswa KKN.

Acara ini bertujuan memberikan pemahaman yang mudah dipahami tentang gizi seimbang, pola makan sehat, dan pencegahan stunting sejak usia sekolah dasar. Program ini menjadi bagian dari dukungan desa terhadap agenda nasional pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak, yang juga selaras dengan visi Kabupaten Jember untuk mewujudkan generasi emas 2045.

Latar Belakang Kegiatan

Desa Mundurejo, meskipun berada di luar locus prioritas stunting, tetap berkomitmen menjaga kualitas kesehatan warganya. Menurut data Dinas Kesehatan, tingkat kesadaran gizi di kalangan masyarakat pedesaan masih perlu ditingkatkan. Banyak anak usia sekolah yang belum memahami pentingnya sarapan bergizi, konsumsi sayur dan buah, serta membatasi jajanan kurang sehat.

Sekretaris Desa Mundurejo menyampaikan bahwa pendidikan gizi sejak dini adalah investasi jangka panjang. “Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika mereka sehat dan cerdas sejak kecil, desa ini akan lebih maju di masa depan,” ujarnya.

Suasana dan Persiapan Acara

Sejak pukul 07.00 pagi, halaman SD Islam Fatihul Ulum Assu A’di sudah ramai. Guru-guru dan siswa sibuk mempersiapkan kursi, sound system, dan alat peraga edukasi yang dibawa oleh tim KKN. Spanduk bertuliskan “Edukasi Sejak Dini Untuk Generasi Sehat Dan Cerdas” terpampang jelas di depan kelas utama, menjadi penanda bahwa hari ini ada agenda penting bagi sekolah.

Mahasiswa KKN datang lengkap dengan materi visual dan contoh menu makan sehat. Mereka membagi tugas: ada yang mempersiapkan presentasi, ada yang menyiapkan alat pendukung acara, dan ada yang bertugas mendokumentasikan jalannya acara.

Pembukaan dan Sambutan

Acara dibuka oleh MC dari tim KKN, dilanjutkan pembacaan doa. Salah satu guru sekolah SD Fatihul Ulum Assu A’di memberikan sambutan hangat. “Kami sangat senang sekolah kami menjadi tempat kegiatan edukatif seperti ini. Anak-anak perlu belajar bahwa makanan yang mereka konsumsi akan mempengaruhi kesehatan dan prestasi belajar mereka,” ucapnya.

Materi Sosialisasi: Gizi Seimbang dan Pola Hidup Sehat

 

Materi inti disampaikan oleh tim KKN yang telah mempersiapkan modul sederhana berisi:

1. Pengertian Gizi Seimbang – Perbandingan yang tepat antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam setiap makanan.

2. Pentingnya Sarapan – Anak yang sarapan bergizi cenderung lebih fokus belajar dan memiliki energi cukup untuk beraktivitas.

3. Makanan yang Perlu Dibatasi – Minuman bersoda, jajanan tinggi gula, makanan instan, dan gorengan berlebihan.

4. Contoh Menu Sehat – Nasi, sayur bening, tempe goreng, ikan, buah, dan air putih.

5. Hidup Aktif dan Bersih – Pentingnya berolahraga, mencuci tangan sebelum makan, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk membuat materi lebih menarik, mahasiswa KKN menggunakan media video berwarna, permainan tebak makanan sehat, dan video singkat tentang proses makanan dan bergizi.

Interaksi dengan Siswa

Sesi interaktif menjadi bagian paling seru. Mahasiswa KKN mengajak siswa bermain kuis sederhana. Pertanyaan seperti “Sayur apa yang warnanya oranye dan bagus untuk mata?” langsung dijawab serentak oleh siswa: “Wortel!”

Testimoni dari Guru dan Warga

Salah satu guru di SD Fatihul Ulum, mengaku senang melihat antusiasme siswanya. “Biasanya kalau pelajaran gizi di kelas, mereka cepat bosan. Tapi kali ini, karena dibawakan dengan cara menyenangkan, mereka betah dan aktif bertanya,” ujarnya.

Pencegahan Stunting dan Peran Edukasi

Dalam materinya, tim KKN juga menyinggung kaitan gizi seimbang dengan pencegahan stunting. Dijelaskan bahwa kekurangan gizi dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak.

“Walaupun Desa Mundurejo tidak termasuk locus stunting, kita tetap harus waspada. Edukasi seperti ini adalah langkah preventif,” jelas Gavin, salah satu pemateri.

Dampak dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan sosialisasi gizi ini diharapkan membawa dampak positif tidak hanya bagi siswa, tetapi juga guru dan orang tua. Pihak sekolah berencana membuat program “Jum'at Sehat” di mana siswa diminta membawa bekal bergizi dari rumah.

Mahasiswa KKN pun berharap kegiatan ini menjadi awal dari kesadaran kolektif masyarakat. “Kami tidak hanya ingin memberi materi, tapi juga menanamkan kebiasaan baik yang akan terus dipraktikkan,” kata Reza, anggota tim KKN.

Bagikan: