80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Selasa, 29 Juli 2025 - Salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan, maka Badan Pangan Nasional memberlakukan pemberian bantuan sosial penyaluran beras oleh perusahaan Bulog. Hal tersebut berdasarkan surat penugasan dan peraturan nomor 14 tahun 2023 sebagaimana disebutkan bahwa bantuan pangan diberikan kepada masyarakat miskin dan rawan gizi. Dalam hal ini pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah daerah beserta RT/RW setempat dalam pendistribusiannya. Desa Umbulrejo sebagai desa yang begitu tanggap dalam memperhatikan hak warga terutama bagi warga yang masuk ke dalam kategori yang sudah disebutkan begitu antusias dalam merangkul dan menyalurkan bantuan pangan tersebut.
Harapan dan antusiasme tampak jelas pada pagi hari itu,
Suasana pagi yang cerah pada hari itu tidak menyurutkan semangat masyarakat yang sudah hadir di pendopo balai desa Umbulrejo, mereka meluangkan waktu sehari mereka dengan tidak pergi bekerja, tidak ke sawah dan menunda pekerjaan rumah sambil membawa harapan yang berbinar di mata mereka akan bantuan pangan yang disalurkan pemerintah untuk sedikit meringankan beban ekonomi mereka dalam membeli bahan makanan pokok. Namun sistem tetap berjalan, masyarakat diharapkan menunggu sembari semuanya siap baik dari fasilitas sumber daya manusia yang akan membantu mendata identitas mereka (berasal dari petugas Bulog, petugas PKH, perangkat desa dan dibantu mahasiswa KKN sampai bahan pangan beras bulog yang akan disalurkan.
Ramai adalah satu kata yang tepat untuk hari itu, masyarakat yang hadir diperkirakan lebih dari 100 orang baik itu anak-anak, wanita atau pria paruh baya hingga lansia. Hal tersebut sesuai dengan peraturan bahwa yang boleh mengambil bantuan dalam bentuk beras adalah penerima manfaat itu sendiri tidak boleh diwakilkan seperti yang dikatakan oleh kaur Kesra (Kepala Urusan Kesejahteraan Masyarakat) Bapak Farid “Dalam penyaluran bantuan ini hanya nama yang dapat yang bisa mengambil, jadi yang ada kendala KTP atau identitasnya bermasalah mohon mengantri dan menunggu urutan di belakang, kita layani setelah dhuhur supaya tidak macet nggeh” ujarnya. Sehingga pada pelaksanaannya tak ayal para lansia yang mengalami keterbatasan dalam bergerak dan bermobilisasi tetap hadir demi mendapatkan bantuan atas nama mereka sebagai penerima manfaat.
Syukurlah dalam kegiatan tersebut antrian masyarakat cukup tertib dimana masyarakat yang datang lebih awal akan dilayani lebih awal pula. Hal tersebut tidak lepas dari sistem sistematis yang telah dirancang oleh pihak desa dalam proses verifikasi data penerima bantuan yang di mana diletakkan meja pendaftaran di ujung kanan yang dibantu oleh 2 mahasiswa, kemudian di bagian tengah terdapat 4 orang yang membantu verifikasi data dibantu oleh 3 mahasiswa dan 1 perangkat desa, meja selanjutnya di bagian kiri berisi 2 mahasiswa yang akan memverifikasi ulang kesesuaian identitas serta mendata pemindahan dan pengambilan yang diwakilkan, kemudian yang terakhir tempat pengambilan beras berisi 5 orang terdiri dari 3 mahasiswa dan 2 perangkat desa yang mengarahkan. Meskipun berlangsung lancar tidak serta merta acara yang dilakukan tidak dibumbui sedikit drama atau gesekan dimana beberapa masyarakat yang mewakilkan tidak memenuhi persyaratan tetap memaksa untuk dapat mengambil antrian sehingga pihak desa mengambil langkah tegas dengan mengutamakan win-win solution bagi masyarakatnya untuk tetap mendapatkan bantuan sesuai sasaran. Kegiatan ini berlangsung cukup lama mulai dari pagi hingga adzan dzuhur berkumandang. Meskipun begitu, semangat para petugas tidak pernah padam untuk menuntaskan penyaluran bantuan pangan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan khususnya masyarakat desa Umbulrejo