80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Bangsalsari, 10 September 2025 – Pemerintah Desa Bangsalsari menggelar kegiatan Rembug Stunting sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2026. Acara ini berlangsung di Balai Desa Bangsalsari dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, BPD, kader posyandu, PKK, tenaga kesehatan, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat.
Kepala Desa Bangsalsari, H. Nur Kholis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa rembug stunting menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam menekan angka stunting di desa.
"Saya sangat mengapresiasi kinerja anda semua yang hadir pada pagi hari ini karena berhasil menekan angka stunting hingga seminim mungkin, dan upaya-upaya ini harus terus dijalankan, kalau bisa di Bangsalsari ini tidak ada lagi yang stunting, dan itu harus bisa. Bagi saya stunting bukan sekedar soal kesehatan anak, tapi juga menyangkut kualitas SDM penerus kita di masa mendatang. Oleh karena itu, seluruh pihak harus benar-benar berkomitmen mengambil peran dalam pencegahan stunting mulai dari keluarga, lingkungan, hingga kelembagaan desa," ujar Nur Kholis.
Dalam forum rembug tersebut, para peserta melakukan identifikasi masalah yang berkaitan dengan faktor penyebab stunting, di antaranya kurangnya asupan gizi, sanitasi lingkungan yang belum memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, juga dilakukan pemetaan program prioritas desa yang akan dimasukkan dalam RKP Desa, seperti peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, penyediaan makanan tambahan bergizi, perbaikan sanitasi, serta penguatan peran kader posyandu.
Camat Bangsalsari, Bambang Erwin Setyono, yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasinya atas langkah desa dalam mengintegrasikan isu stunting ke dalam perencanaan pembangunan desa. Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi harus dimulai dari desa sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Kegiatan Rembug Stunting ini diakhiri dengan pengajuan usulan terkait program-program baru yang mungkin bisa dijalankan demi menekan angka penderita stunting di Bangsalsari. Usulan tersebut dapat menjadi dasar kuat untuk menjalankan program-program pencegahan stunting secara konsisten dan berkelanjutan di Desa Bangsalsari.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan RKP Desa Tahun 2026 tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian serius pada pembangunan sumber daya manusia, terutama upaya penurunan stunting demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.