80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kertosari, Jember - Stunting masih menjadi salah satu ancaman bagi tumbuh kembang anak di Indonesia, termasuk di desa Kertosari. Nyatanya kasus stunting masih menghantui beberapa keluarga. Angka pertumbuhan anak yang terlambat seperti tinggi badan dan berat badan di bawah standar mengingatkan bahwa sosialisasi terkait masalah dan pencegahan anak stunting perlu lebih ditekankan di masyarakat. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif 170 ikut terjun ke posyandu dan menghadirkan solusi pembagian puding labu sekaligus edukasi mencegah stunting sejak dini.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN turut membantu proses penimbangan berat badan, pengukuran tinggi balita, sekaligus membagikan brosur berisi informasi ciri-ciri anak stunting, langkah pencegahan, serta resep sederhana membuat puding labu dirumah. Pemilihan labu sebagai bahan puding dikarenakan labu mengandung vitamin a, vitamin, c dan antioksidan yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
“puding labu ini kami buat sebagai salah satu contoh makanan yang mengandung banyak vitamin dan serat, mudah didapatkan, serta pengolahan yang mudah. diharapkan untuk para ibu bisa langsung menjajalnya di rumah untuk anak” ujar Abel mahasiwa Poltekes Jember selaku penanggung jawab program.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari peserta posyandu dan tenaga kesehatan setempat. Dengan menggabungkan pemeriksaan rutin posyandu dengan edukasi tentang stunting serta pembagian makanan bergizi, mahasiswa KKN 170 berharap orang tua lebih bisa memahami cara pencegahan stunting dan menerapkannya di rumah. Langkah ini diharapkan bisa menurunkan angka stunting di desa kertosari.