Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6526
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Pertemuan Rutin Penggerak PKK Sukowono Bahas Penguatan Program Home Care bagi Kelompok Prioritas

Author
Desa Sumberwringin Kec. Sukowono
31 Agustus 2026 15 Kali Dilihat

JEMBER โ€” Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kecamatan Sukowono membahas penguatan program home care dalam kegiatan Pertemuan Rutin Penggerak PKK Kecamatan Sukowono Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Sumberwringin, Dusun Duklengkong RT 004 RW 004, Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Sabtu (29/8/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Pertemuan rutin tersebut diikuti Ketua TP PKK Kecamatan Sukowono Bu Machus Rofida (Ny. Jono Wasinudin), Ketua TP PKK Desa Sumberwringin Ny. Fathorrozi Hermawan bersama jajaran pengurus PKK Desa Sumberwringin, Ketua Bhayangkari yang diwakili Ny. Catur, para Ketua TP PKK desa se-Kecamatan Sukowono, serta Atok Hadi selaku Pendamping Kecamatan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program yang menyasar masyarakat dengan kebutuhan pelayanan kesehatan secara khusus, termasuk melalui program home care.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah penyampaian materi mengenai latar belakang, alur pelaksanaan, serta sasaran program home care. Materi tersebut disampaikan oleh Pokja IV TP PKK Kecamatan Sukowono, Ibu Oris Nur Abdi Ifanda.

Dalam pemaparannya, Oris menjelaskan bahwa program home care diarahkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara lebih dekat. Pelayanan dilakukan dengan mendatangi sasaran secara langsung sehingga masyarakat, khususnya kelompok prioritas, dapat memperoleh pemantauan kesehatan tanpa harus selalu datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Oris, terdapat enam kelompok sasaran utama yang menjadi prioritas dalam program home care. Kelompok tersebut meliputi lansia tunggal, ibu hamil berisiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas dengan penyakit penyerta, warga kurang mampu dengan penyakit kronis, serta tokoh agama atau pengasuh pondok pesantren yang memenuhi kriteria prioritas program.

โ€œData sasaran sebenarnya sudah tersedia dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Namun, apabila ada warga yang belum terdata, tetap bisa dilayani dengan cara menghubungi petugas LRT. Selanjutnya, petugas LRT memasukkan data ke Wadul Gusโ€™e, kemudian data tersebut akan diterima oleh pihak puskesmas,โ€ jelas Oris Nur Abdi Ifanda.

Mekanisme tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak terlewat hanya karena belum masuk dalam data awal. Melalui jalur pelaporan tersebut, informasi mengenai warga yang membutuhkan pendampingan dapat diteruskan kepada petugas kesehatan untuk dilakukan verifikasi dan tindak lanjut.

Dalam pelaksanaannya, sasaran home care akan mendapatkan kunjungan secara berkala setiap bulan. Petugas akan melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan serta kebutuhan masing-masing sasaran. Apabila dalam proses pemantauan ditemukan sasaran yang terdeteksi mengalami penyakit kronis atau membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka yang bersangkutan akan dirujuk ke rumah sakit sesuai kondisi medisnya.

Oris menekankan bahwa keberhasilan program home care tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor dan peran aktif masyarakat. Karena itu, keberadaan TP PKK di tingkat kecamatan maupun desa dinilai penting untuk membantu mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan perhatian serta memastikan informasi dapat diteruskan kepada petugas terkait.

Kehadiran Pendamping Kecamatan, Atok Hadi, bersama jajaran TP PKK dalam pertemuan tersebut turut memperkuat koordinasi dalam mendukung pelaksanaan program di tingkat wilayah. Sinergi antara pemerintah, TP PKK, tenaga kesehatan, pendamping kecamatan, serta unsur masyarakat menjadi bagian penting agar pelayanan dapat menjangkau sasaran secara tepat.

Pertemuan rutin TP PKK se-Kecamatan Sukowono tersebut sekaligus menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat pemahaman para pengurus PKK mengenai alur pelayanan home care. Melalui koordinasi yang terarah, diharapkan pendataan, pelaporan, kunjungan, pemantauan, hingga proses rujukan dapat berjalan lebih efektif.

Program home care diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat dengan menghadirkan pelayanan lebih dekat kepada kelompok yang memiliki keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Dengan pola kunjungan langsung dan pemantauan berkala, kebutuhan kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan maupun rujukan dapat dilakukan secara tepat.

Bagikan: