Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Pertanian Berkelanjutan, KKN Kolaborasi 183 Sosialisasikan Kompos dan POC Pada GAPOKTAN

Author
Desa Patempuran Kec. Kalisat
10 Agustus 2025 268 Kali Dilihat

Desa Patempuran merupakan wilayah dengan dominasi profesi sebagai tani atau pun buruh tani untuk para penduduknya. Lahan yang banyak akan aktivitas pertaniannya disertai musim yang mendukung menjadikan mereka memilih sebagai petani. Seperti perkembangan pertanian di masa kini, adanya revolusi menjadikan banyak perubahan akan teknik maupun teknologi dalam hal pertanian, baik dari GMO benih, pupuk pestisida, hingga alat pertanian yang lebih canggih dan efisiensi waktu maupun tenaga. Adanya pemanfaatan akan pupuk pestisida yang telah tersedia di toko pertanian menjadikan para petani telah bergantung terhadap produk tersebut, instan atau cepat dalam pertumbuhan tanaman.

Nyatanya banyak bahan sekitar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk pengganti pestisida. Dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk organik yang sama-sama memiliki fungsi dalam penyuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, dengan dampak yang positif terhadap lingkungan maupun kualitas tanaman itu sendiri. Hal ini menjadikan KKN Kolaborasi 183 memiliki program akan sosialisasi pupuk organik kepada GAPOKTAN atau gabungan kelompok tani. Kotoran sapi yang umumnya banyak dijumpai di desa Patempuran, karena rata-rata masyarakat memiliki ternak sapi menjadikan bahan ini melimpah dan tidak termanfaatkan. Agar dapat diubah menjadi bahan yang lebih bermanfaat maka dibuatlah POC atau pupuk organik cair.

Sosialisasi ini memaparkan mengenai cara pembuatan POC dengan bahan kotoran sapi, air, molase, EM4, daun kering, dan ember sebagai wadah. 1 ember kotoran sapi dicampur dengan larutan campuran molase, EM4, dan air sebanyak 10 liter. Simpan pupuk dalam tempat teduh selama 2 minggu dan aduk selama 2-3 hari sekali untuk mempercepat fermentasi. Ciri dari sukses fermentasi ditandai dengan pupuk tidak bau akan kotoran sapi lagi, tidak bergelembung, dan memiliki pH 6-7. Manfaat adanya POC ini sebagai penyokong pertumbuhan tanaman mulai dari akar, batang, ketahanan tanaman, dan perbaikan struktur mikroorganisme tanah.

Selain adanya pemaparan POC, KKN Kolaborasi juga mendemonstrasikan mengenai pupuk kompos. Banyaknya limbah rumah tangga seperti sisa sayur, kulit buah, daun kering, dan koran menjadikan sebagai peluang dalam pemanfaatan pembuatan kompos. Dari limbah rumah tangga menjadi barang bermanfaat yaitu kompos yang dapat menyuburkan tanah dan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai kompos di lahan sawah namun juga tanaman sayur di pekarangan rumah. Pembuatan kompos membutuhkan bahan yang sederhana seperti tanah, sisa sayur, buah, daun kering, koran, dan larutan air, molase, dan EM4 dengan perbandingan 10:1:3. Adanya sosialisasi ini diharapkan dapat membantu petani desa patempuran dengan pemanfaatan limbah sekitar, tidak hanya untuk petani namun juga bagi IRT atau ibu rumah tangga dalam pemanfaatan sampah dapur.

Bagikan: