Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Peran Aktif Mahasiswa KKN Kolaboratif 134 dalam Menyalurkan Bantuan Sosial di Desa Tanggul Wetan

Author
Desa Tanggulwetan Kec. Tanggul
31 Juli 2025 436 Kali Dilihat

Distribusi bantuan sosial merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan secara ekonomi. Salah satu program unggulan yang masih berjalan hingga saat ini adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Di tengah dinamika pelaksanaannya, peran serta masyarakat menjadi elemen penting dalam memastikan bahwa bantuan tersebut tersalurkan secara tepat sasaran, adil, dan transparan.

Di Kabupaten Jember, khususnya Desa Tanggul Wetan, proses pendistribusian BPNT telah menjadi rutinitas sosial yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Dalam konteks inilah, mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) turut ambil bagian, khususnya melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kehadiran mereka tak hanya menjadi pendukung teknis di lapangan, tetapi juga wujud kontribusi aktif terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah salah satu program bantuan sosial dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pangan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi keluarga rentan. Bantuan beras diberikan secara khusus kepada KPM yang telah terdaftar aktif sebagai penerima BPNT. Selain itu, penerima harus merupakan keluarga miskin atau rentan miskin yang datanya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian sosial.ย 

Pada hari Senin hingga Rabu, tanggal 21โ€“23 Juli 2025, Pemerintah Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 134 melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat yang tergolong dalam kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia), keluarga prasejahtera, serta warga terdampak tekanan ekonomi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meringankan beban ekonomi warga desa serta memastikan bahwa bantuan pangan dapat disalurkan secara adil dan merata kepada mereka yang membutuhkan.

Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 20 kilogram per orang, dengan jumlah penerima sebanyak 964 warga. Daftar penerima bantuan telah melalui proses pendataan dan verifikasi oleh pihak desa, sehingga distribusi dilakukan secara tepat sasaran. Selama tiga hari pelaksanaan, proses pembagian dilakukan secara bertahap untuk menghindari kerumunan dan menjaga ketertiban. Kegiatan dipusatkan di Balai Desa Tanggul Wetan, yang telah disiapkan sebagai titik distribusi utama. Mahasiswa KKN Kolaboratif 134 turut berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Mereka membantu memanggil nama-nama penerima bantuan, mencocokkan data identitas berupa nama dan NIK, serta mencatat kehadiran penerima bantuan. Selain itu, mereka juga sigap membantuย  masing-masing warga dalam membawa beras.

Tak hanya terlibat dalam teknis distribusi, mahasiswa juga bertugas mendokumentasikan seluruh kegiatan, baik dalam bentuk foto maupun video, sebagai arsip kegiatan serta bahan laporan. Peran aktif mahasiswa KKN sangat membantu dalam memperlancar jalannya kegiatan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan generasi muda. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran sosial bagi mahasiswa, di mana mereka dapat merasakan langsung dinamika pelayanan masyarakat dan pentingnya kontribusi nyata dalam membangun lingkungan sosial yang berkeadilan.

Kegiatan penyaluran bansos ini bukan hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama antara mahasiswa dan pemerintah desa dapat terus berlanjut dalam berbagai program pembangunan ke depan. Kolaborasi yang solid seperti ini merupakan langkah awal menuju terwujudnya masyarakat Desa Tanggul Wetan yang lebih sejahtera, mandiri, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Bagikan: