80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Posko 167 Desa Biting tahun 2025 melaksanakan program penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah strategis mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus membantu pelaku usaha beradaptasi dengan era digital.
Program ini lahir dari inisiatif mandiri mahasiswa yang melihat potensi sekaligus tantangan UMKM di Desa Biting. Banyak usaha kuliner, toko kelontong, maupun kerajinan yang berperan besar dalam perputaran ekonomi masyarakat, namun masih terbatas aksesnya pada teknologi dan pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, mahasiswa merancang strategi sederhana tetapi efektif agar UMKM lebih mudah ditemukan, lebih praktis dalam bertransaksi, dan lebih luas jangkauannya.
Ada tiga langkah utama yang dilakukan. Pertama, mahasiswa membantu pelaku usaha mendaftarkan lokasi usahanya di Google Maps. Dengan terdaftar di aplikasi peta digital, konsumen dari luar desa bisa lebih mudah menemukan warung, kios, atau toko yang ada di Biting.
Kedua, mahasiswa memfasilitasi penggunaan layanan pembayaran nontunai QRIS. Dengan QRIS, transaksi bisa dilakukan dengan cepat dan aman hanya melalui ponsel. Hal ini tidak hanya memudahkan konsumen, tetapi juga membuat usaha kecil tampak lebih profesional, sejajar dengan bisnis modern di perkotaan.
Ketiga, mahasiswa mendampingi usaha kuliner untuk bergabung ke platform penjualan daring GoFood. Dengan layanan ini, usaha makanan lokal bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas, bahkan konsumen yang tidak sempat datang langsung ke lokasi.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas usaha, mempercepat transaksi, sekaligus melatih pelaku UMKM beradaptasi dengan perubahan ekonomi berbasis teknologi informasi. Mahasiswa menekankan bahwa program ini bukan sekadar agenda formal KKN, melainkan inisiatif kolaboratif tim lapangan untuk melengkapi program desa yang sudah berjalan.
Selain keuntungan ekonomi, program ini juga menumbuhkan rasa percaya diri pelaku UMKM. Mereka yang awalnya ragu menggunakan teknologi kini mulai terbiasa dengan aplikasi ponsel. Ada pula yang termotivasi untuk membuat promosi sederhana di media sosial setelah melihat dampak positif dari digitalisasi.
Mahasiswa KKN-K menyadari bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kesinambungan. Karena itu, mereka mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk melanjutkan pendampingan setelah KKN berakhir. Harapannya, ekosistem UMKM digital di Desa Biting tidak berhenti ketika program selesai, tetapi terus berkembang secara mandiri.
Program penguatan UMKM ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan. Dengan memanfaatkan ilmu dan kreativitas, mereka mampu menghadirkan solusi yang sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat. Langkah kecil seperti membantu warung terdaftar di Google Maps, mengajarkan penggunaan QRIS, hingga mendaftarkan usaha ke GoFood, merupakan pintu masuk menuju transformasi ekonomi desa yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing.
Mahasiswa KKN-K Posko 167 Desa Biting membuktikan bahwa teknologi bukanlah hal yang menakutkan, melainkan peluang yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, mereka meninggalkan jejak yang diharapkan dapat terus berbuah positif bagi UMKM lokal, bahkan setelah masa pengabdian selesai.