80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Awal Perjalanan Menuju CINTA bersama Kelompok 148
Program KKN Kolaboratif tahun 2025 diselenggarakan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi di wilayah Jember, yaitu Universitas Jember (UNEJ), Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS), Universitas dr. Soebandi, Universitas Islam Jember, UIN KHAS Jember dan beberapa universitas lainnya. Kolaborasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa lintas kampus untuk bekerja sama dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu tim peserta berasal dari kelompok yang terdiri atas 13 mahasiswa, yang dijadwalkan mengabdi selama 35 hari di Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari.
Penerjunan mahasiswa KKN Kolaboratif Jember 2025 digelar pada Kamis, 17 Juli 2025 di Alun-alun Jember dengan suasana yang penuh semangat. Dalam sambutannya, Bupati Jember, KH. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait), menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan desa. Tema CINTA (Cerdas, Inklusif dan Tangguh) dianggap selaras dengan tujuan pembangunan daerah.
Setibanya di Desa Curahkalong, Kelompok KKN 148 disambut dengan penuh kehangatan oleh Kepala Desa dan perangkatnya. Suasana akrab tercipta sejak awal, terutama saat sesi perkenalan yang dilanjutkan dengan obrolan santai bersama Kepala Desa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Percakapan ringan dan penuh canda tawa membuat suasana menjadi cair dan menyenangkan. Sebagai bentuk dokumentasi sekaligus pengikat momen awal kebersamaan, kegiatan tersebut diabadikan melalui foto bersama. Sambutan yang ramah ini menjadi semangat awal bagi kelompok untuk membangun hubungan yang solid selama masa pengabdian berlangsung.
Penerjunan ini menjadi awal dari upaya bersama dalam mengimplementasikan nilai-nilai Cerdas, Inklusif dan Tangguh (CINTA) yang menjadi tema besar kegiatan KKN tahun ini. Penerjunan ini bukan hanya sekadar kegiatan simbolis, melainkan menjadi awal mula terbangunnya kedekatan antara mahasiswa dan warga desa. Mahasiswa mulai menyesuaikan diri dengan dinamika sosial di lingkungan setempat, memahami sistem pemerintahan desa, serta menggali berbagai potensi dan permasalahan yang ada. Proses awal ini menjadi pijakan penting dalam menyusun program kerja yang relevan dengan kondisi desa dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.