80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Arjasa ā Sebuah aura haru dan khidmat tak terbendung menyelimuti ruang pertemuan di Kecamatan Arjasa. Saat yang dinanti sekaligus ditakuti itu akhirnya tiba: penarikan resmi mahasiswa KKN-Kolaboratif (KKN-K) 168 (21/07/2025). Acara penutupan ini menjadi titik final yang manis dari perjalanan pengabdian panjang mereka di enam desaāKemuning Lor, Candijati, Biting, Kamal, Arjasa, dan Darsonoāmengukir kenangan yang takkan mudah terlupa.
Acara yang penuh makna ini dipimpin secara simbolis oleh Camat Arjasa, Ahmad Fauzi, S.Sos., M.Si. Tak hadir sendirian, beliau didampingi oleh jajaran pemerintah daerah dan keamanan setempat, termasuk Sekretaris Camat, Danramil, dan perwakilan dari Polsek Arjasa, menyiratkan betapa kolaborasi erat ini dijunjung tinggi oleh semua pihak.
Rangkaian acara pun bergulir penuh makna
Dengan diiringi lantunan lagu Indonesia Raya yang khidmat, acara dibuka. Sambutan hangat dari Camat Arjasa, Ahmad Fauzi, menjadi sorotan. Dalam pidatonya, beliau tidak sekadar menyampaikan terima kasih, tetapi lebih pada apresiasi mendalam atas aksi nyata para mahasiswa.
āKami sangat berterima kasih atas dedikasi dan aksi nyata yang telah adik-adik mahasiswa torehkan, terutama dalam program-program seperti penyaluran pangan beras Bulog yang langsung meringankan masyarakat,ā ujarnya dengan mata berbinar. āSemoga setiap langkah kalian di sini menjadi bekal berharga, dan setiap keringat yang jatuh memberi manfaat yang abadi untuk warga Arjasa.ā
Sambutan tersebut kemudian disusul oleh perwakilan dosen pembimbing lapangan, Djoko Supriatno, S.S., M.Med.Kom., yang turut menguatkan semangat kolaborasi ini.
Menjejak dalam Diam, Berkarya dengan Nyata
Selama lebih dari satu bulan, kamiāpara mahasiswaātidak hanya datang dan pergi. Kami hidup, bernapas, dan berbaur bersama denyut nadi masyarakat Arjasa. Program-program yang diusung bukan lagi sekadar item di proposal, tetapi telah menjelma menjadi inisiatif yang menyentuh langsung kebutuhan warga, dari pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Ikatan yang terjalin bukan lagi sekadar hubungan antara penerima dan pemberi, melainkan sebuah ikatan sosial yang hangat dan tulus.
Sebuah Perjalanan, Bukan Hanya Tugas
Sebagai seorang mahasiswa yang turut merasakan denyutnya, saya menyadari satu hal: KKN adalah lebih dari sekadar kewajiban akademik. Ia adalah sebuah perjalanan transformasi. Di sini, kami belajar arti ketulusan, kerja sama, dan kepedulian yang bukan sekadar teori. Kami belajar menjadi manusia seutuhnya.
Dan kini, saatnya kami pulang. Kami mungkin meninggalkan Arjasa secara fisik, namun harapan kami tetap tinggal: semoga setiap jejak kecil, setiap senyum, dan setiap program yang telah kami rintis dapat terus hidup dan berkembang. Semoga benih kolaborasi yang telah kami tanam bersama pemerintah desa dan masyarakat dapat tumbuh menjadi pohon yang rindang, memberi manfaat dan inspirasi bagi generasi mahasiswa berikutnya yang akan terus mengukir cerita di tanah Arjasa yang tercinta ini.