Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Penarikan Mahasiswa KKN Kolaboratif 162 Desa Karangpring 2025.php

Author
Desa Karangpring Kec. Sukorambi
22 Agustus 2025 235 Kali Dilihat

Sukorambi, Jember — Suasana haru sekaligus penuh semangat terasa di Kantor Kecamatan Sukorambi pada Rabu, 21 Agustus 2025 pukul 13.00 WIB, ketika mahasiswa KKN Kolaboratif 2025 resmi melaksanakan presentasi hasil program kerja sekaligus penarikan. Semula, prosesi penarikan dijadwalkan pada Jumat, 22 Agustus 2025, namun dipercepat satu hari lebih awal. Keputusan ini diambil agar mahasiswa memiliki waktu mempersiapkan barang bawaan menjelang kepulangan, terlebih mahasiswa dari Universitas UPN Veteran Surabaya harus meninggalkan lokasi KKN pada Jumat tanggal 22 Agustus pagi pukul 09.00 WIB.

Acara presentasi diawali beberapa sambutan dari Bapak Asrah Joyo Widono, S.Kep., M.Si., selaku Camat Sukorambi dan sambutan dari perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan yakni Rizki Fitrianingtyas, S.ST., M.M., M.Keb., yang juga merupakan DPL dari KKN Desa Karangpring dan Klungkung. Kemudian acara dilanjutkan yakni dengan pemaparan capaian dari lima desa yang menjadi lokasi KKN Kolaboratif di Kecamatan Sukorambi. Lima desa tersebut terdiri dari Desa Jubung, Desa Dukuhmencek, Desa Sukorambi, dan Desa Klungkung.

Adapun dari KKN Kolaboratif Kelompok 162 Desa Karangpring yang menampilkan empat program utama, yakni:

1.Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS), sebagai upaya mendukung program dari Pemkab Jember;

2.Pembuatan Potpourri dari Bunga Mawar, merupakan inovasi kreatif yang memanfaatkan bunga mawar sebagai produk bernilai ekonomi tinggi:

3.Pencegahan Pernikahan Dini, melalui sosialisasi Calon Pengantin (CERDAS CINTA) yang menekankan pentingnya kematangan mental, emosional, dan finansial;

4.Pembinaan Keagamaan Anak Desa, berupa kegiatan rutin sore dan malam di Masjid Darut Taubah, mengajarkan tauhid, safinah, serta iqra’ dan Al-Qur’an.

Dari keempat programPendataan  tersebut, produk unggulan yang ditampilkan pada presentasi di kecamatan adalah potpourri bunga mawar. Produk ini mendapat perhatian khusus dari perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, hingga undangan yang hadir. Sebab dengan aroma yang harum semerbak dan tampilan yang menarik, potpourri karya mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 162 Karangpring dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk khas desa. Para dosen pembimbing menyebut ide ini sebagai wujud nyata kreativitas mahasiswa dalam menggabungkan inovasi, pemberdayaan ekonomi, dan kearifan lokal. Camat Sukorambi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN Kolaboratif 2025. Menurutnya, program kerja yang dilaksanakan bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga meninggalkan jejak positif yang bisa diteruskan oleh warga desa.

Usai presentasi, prosesi penarikan mahasiswa dilakukan secara simbolis oleh pihak kecamatan bersama dosen pembimbing lapangan. Mahasiswa secara resmi dikembalikan kepada universitas masing-masing, menandai berakhirnya masa pengabdian mereka. Meski demikian, masyarakat desa berharap hubungan baik dan semangat gotong royong yang terjalin selama KKN tidak berhenti begitu saja, melainkan terus berlanjut sebagai bentuk silaturahmi.

Acara ditutup dengan sesi dokumentasi, hal tersebut menjadi penanda bahwa KKN Kolaboratif 2025 di Kecamatan Sukorambi telah usai. Bagi para mahasiswa, pengalaman ini bukan hanya sekadar tugas akademis, tetapi juga bekal berharga dalam mengasah empati, kepedulian, dan kemampuan memecahkan masalah di tengah masyarakat.

Bagikan: