80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pada hari Jumβat, tanggal 25 Juli 2025, bertempat di Balai Desa Rowotamtu, telah diselenggarakan kegiatan pemaparan Business Model Canvas (BMC) sebagai bagian dari program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 88 Tahun 2025. Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh Bapak Jainuri selaku Kepala Desa Rowotamtu, jajaran perangkat desa, serta seluruh anggota tim mahasiswa KKN Kolaboratif 88. Fokus utama kegiatan ini adalah penyampaian konsep dan rencana pengembangan usaha olahan pangan berupa nugget yang berbahan dasar ampas tahu sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah hasil produksi tahu yang melimpah di masyarakat Desa Rowotamtu.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKN, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan dari Bapak Jainuri yang menyatakan dukungannya terhadap inovasi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa. Setelah sesi pembukaan, mahasiswa KKN memaparkan secara rinci rancangan Business Model Canvas, yang mencakup aspek-aspek penting seperti customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, dan cost structure. Pemaparan ini disampaikan dengan pendekatan komunikatif dan dilengkapi dengan media visual untuk memudahkan pemahaman para audiens.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana beberapa perangkat desa dan warga yang hadir memberikan tanggapan, masukan, serta pertanyaan terkait kelayakan dan keberlanjutan dari program kerja usaha nugget ampas tahu ini. Para mahasiswa memberikan respons yang baik dan menjelaskan secara argumentatif strategi implementasi dan potensi dampak ekonomi dari program tersebut bagi masyarakat desa. Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan ditutup secara formal pada pukul 11.00 WIB, dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama yang melibatkan mahasiswa KKN Kolaboratif 88, kepala desa, dan seluruh perangkat desa.
Secara keseluruhan, kegiatan pemaparan BMC berjalan dengan tertib, komunikatif, dan penuh antusiasme dari seluruh audiens. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong semangat kewirausahaan lokal berbasis inovasi dan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.