Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Pelatihan Pembuatan Setup Pisang Kuah Jahe sebagai Upaya Pencegahan Asam Urat di Desa Dukuh Mencek

Author
Desa Dukuhmencek Kec. Sukorambi
28 November 2025 195 Kali Dilihat

Pelatihan Pembuatan Setup Pisang Kuah Jahe sebagai Upaya Pencegahan Asam Urat di Desa Dukuh Mencek 

Dukuh Mencek, 3 November 2025 — Mahasiswa Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember telah  melaksanakan  kegiatan  pelatihan  pembuatan  Setup  Pisang  Kuah  Jahe  di  Balai  RW Perumahan Alam Hijau, Desa Dukuh Mencek. Kegiatan yang digelar pada Senin pagi tersebut mendapat  sambutan  positif  dari  warga,  terutama  para  ibu  rumah  tangga  yang  hadir  dengan penuh  antusias.  Ketua  RW  Perumahan Alam  Hijau  turut  hadir  dan  memberikan  dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan Edukasi Kesehatan ini. 

Asam  urat  merupakan  salah  satu  masalah  kesehatan  yang  banyak  dialami  oleh masyarakat,  khususnya  kelompok  dengan  rentang  usia  dewasa  dan  lansia.  Pola  konsumsi makanan tinggi purin, kurangnya aktivitas fisik, dan pola hidup tidak seimbang dapat memicu peningkatan kadar asam urat. Padahal, pemanfaatan bahan pangan lokal seperti pisang dan jahe dapat menjadi alternatif sederhana dalam membantu mengurangi gejala nyeri pada asam urat

Desa Dukuh Mencek memiliki potensi pengembangan tanaman herbal dan pangan lokal yang melimpah. Namun, berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa  dan  tenaga  kesehatan,  diketahui  bahwa  pendidikan  kesehatan  di  desa  Dukuh  Mencek selama  ini  masih  terfokus  pada  edukasi  rutin,  tanpa  banyak  pelatihan  langsung  mengenai pengolahan  pangan  sehat.  Pelatihan  pembuatan  setup  pisang  kuah  jahe  ini  dapat  menjadi langkah awal untuk mengisi celah tersebut.

”Senam  untuk  lansia  hanya  dilakukan  sebulan  sekali  dan  senam  ibu-ibu  seminggu sekali.  Program  kesehatan  lebih  banyak  berupa  edukasi  dan  senam,  sementara  pelatihan pemberdayaan  belum  berjalan  optimal  akibat  padatnya  agenda  desa.  Edukasi  biasanya mengacu  pada  agenda  tahunan  dan  narasumber  dari  puskesmas  lingkup  kecamatan. Masyarakat sudah sering mendapat edukasi, namun belum banyak kegiatan keterampilan yang aplikatif.” Keterangan bapak sekdes.

“Skrining kesehatan lebih sering difokuskan pada gula darah, sedangkan pemeriksaan asam  urat  jarang  dilakukan.  Belum  pernah  ada  pelatihan  pengolahan  makanan  atau  pangan sehat. Fokus utama desa masih pada pencegahan stunting serta AKI dan AKB. Edukasi asam urat dan kolesterol biasanya diberikan oleh mahasiswa kesehatan. Program ketahanan pangan seperti pembagian bibit tanaman, lele, dan sosialisasi hidroponik belum berjalan berkelanjutan. PKK rutin mengadakan lomba PMT, tetapi belum spesifik mengangkat tema pencegahan asam urat.” Keterangan ibu bidan.

Kegiatan  pelatihan  dimulai  dengan  sesi  edukasi  interaktif  mengenai  asam  urat. Mahasiswa  menjelaskan  secara  sederhana  tentang  apa  itu  asam  urat,  bagaimana  proses peningkatannya  dalam  tubuh,  serta  jenis  makanan  yang  perlu  dibatasi.  Peserta  terlihat  aktif bertanya, berbagi pengalaman pribadi serta berdiskusi mengenai keluhan asam urat yang sering mereka alami. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif.

Demonstrasi Pembuatan Setup Pisang Kuah Jahe

Usai  pemaparan  materi  edukasi  intraktif,  kegiatan  dilanjutkan  dengan  Demonstrasi Pembuatan Setup Pisang Kuah Jahe minuman tradisional yang memadukan pisang dan jahe, berkhasiat membantu mengurangi peradangan serta menjaga metabolisme tubuh. Mahasiswa menunjukkan  tahapan  lengkap  mulai  dari  pemilihan  pisang  yang  matang  sempurna, pembersihan  dan  pengolahan  jahe,  teknik  pemotongan  bahan,  perebusan,  peracikan,  hingga penyajian.  

Beberapa peserta mencatat resep dan bertanya detail mengenai rasa, cara penyimpanan, serta variasi bahan tambahan yang bisa digunakan. Antusiasme dari warga menunjukkan bahwa minuman ini berpotensi menjadi alternatif konsumsi sehat sekaligus peluang usaha rumahan. Salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai apakah durian dapat meningkatkan kadar asam  urat.  Mahasiswa  menjelaskan  bahwa  durian  bukan  makanan  tinggi  purin.  Namun, kandungan kalori dan lemaknya yang tinggi dapat memperburuk metabolisme jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, durian tetap boleh dikonsumsi, tetapi dalam porsi terbatas.

Setelah acara selesei, Ketua RW Perumahan Alam Hijau memberikan apresiasi kepada mahasiswa  atas  terlaksananya  kegiatan  ini.  Ia  berharap  kegiatan edukasi  semacam ini  dapat terus dilakukan secara rutin karena sangat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai  kesehatan  dan  pola  makan  yang  benar.  Kegiatan  ditutup  dengan  pembagian  hasil olahan setup pisang kuah jahe dan sesi foto bersama seluruh peserta. 

Rekomendasi Program Berkelanjutan

Untuk  memperkuat  dampak  kegiatan  Pelatihan  ini,  tim  mahasiswa  memberikan beberapa  rekomendasi  terkait  Pengendalian  Asam  Urat  kepada  perangkat  desa  dan  kader kesehatan:

1. Budidaya Kebun Herbal Desa 

Mengembangkan beberapa tanaman herbal, seperti jahe, daun salam, serai dan kumis kucing yang dapat diolah menjadi minuman herbal untuk pencegahan asam urat.

2. Bazar UMKM Minuman Sehat 

Mendorong warga desa Dukun Mencek untuk memproduksi beberapa tanaman herbal menjadi olahan wedang jahe, setup pisang jahe, dan teh daun salam untuk dijual pada kegiatan bazar desa berbasis hasil kebun sendiri.

3. Pelatihan Kader Posyandu Lansia 

Memberikan  pelatihan  secara  berkala  mengenai  materi  asam  urat  kepada  kader  agar dapat menyampaikan edukasi mandiri pada setiap kegiatan posyandu.

Pelatihan Pembuatan Setup Pisang Kuah Jahe ini tidak hanya memberikan keterampilan baru  bagi  warga  Desa  Dukuh  Mencek,  tetapi  juga  dapat  meningkatkan  kesadaran mengenai pentingnya pencegahan asam urat melalui pemilihan makanan sehari-hari dan telah mendapat respon positif dari perangkat desa, tenaga kesehatan serta masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pemberdayaan pangan lokal dan peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. 

Bagikan: