Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Pelatihan oleh Mahasiswa KKNK 011: Pemanfaatan Limbah Rambut Jagung Menjadi Teh Herbal Anti-Diabetes

Author
Desa Purwoasri Kec. Gumukmas
21 Agustus 2025 199 Kali Dilihat

Jumat, tanggal 15 Agustus 2025, Mahasiswa KKN Kolaboratif kelompok 011, Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember melakukan pelatihan mengenai pemanfaatan limbah rambut jagung sebagai Teh Herbal yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah sehingga cocok untuk penderita Diabetes. Kegiatan pelatihan dihadiri oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Kecamatan Gumukmas. Pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja utama dari KKN Kolaboratif kelompok 011 dan masuk ke dalam Program yang diamanahkan oleh PEMKAB Jember yaitu "Tangguh".

Dalam bidang pangan, jumlah total bagian dari tanaman jagung yang dimanfaatkan hanya mewakili 5% dari total keseluruhan tanaman jagung, sedangkan 95% lainnya termasuk dalam kategori limbah. Mayoritas pekerjaan warga Desa Purwoasri adalah seorang petani jagung dan penyakit yang paling banyak diderita adalah Diabetes. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Kolaboratif kelompok 011 dapat menggunakan peluang tersebut untuk melakukan pelatihan pengolahan limbah Rambut Jagung sebagai Teh Herbal, karena Teh merupakan minuman yang praktis dan mudah dibuat oleh siapa pun.

"Teh Herbal Rambut Jagung ini hadir sebagai salah satu minuman fungsional yang terbuat dari bahan-bahan alami (alternatif minuman) yang bermanfaat bagi kesehatan." ujar Erlinda Sulung Pambudi, selaku pemateri pelatihan program kerja ketahanan pangan.

Dalam pelatihan tersebut, alat yang digunakan untuk membuat Teh Herbal yaitu Blender, Tempeh/Oven, Sendok teh, Baskom, Gelas, dan Pouch teh. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu Rambut Jagung, Kayu Manis, Air, dan Madu/Gula stevia (opsional). Setelah memaparkan materi terkait bagaimana cara membuat teh herbal dari rambut jagung, para warga Desa Purwoasri yang hadir tampak sangat antusias dan tertarik untuk mencoba produk yang telah disediakan oleh mahasiswa KKN Kolaboratif kelompok 011. Audiens sangat tertarik dengan rasa teh herbal ini, karena perpaduan antara rambut jagung dan kayu manis yang sebelumnya dihaluskan menjadi serbuk membuat rasa teh menjadi wangi khas kayu manis dan tidak pahit.

"Pelatihan Ketahanan Pangan ini merupakan program kerja yang menarik untuk dilakukan kepada warga Desa Purwoasri, salah satunya dengan memanfaatkan limbah Rambut Jagung untuk Teh Herbal ." ujar Tiara Fitri Adristy, selaku pemateri pelatihan program kerja ketahanan pangan.

Bagikan: