80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Karangbayat, Jember, [26,Agustus 2025] â Desa Karangbayat ramai menjadi pusat kegiatan produktif ketika puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti pelatihan Digital Marketing yang diselenggarakan di Balai Desa Karangbayat. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Karangbayat dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIM) Lumajang, dan menghadirkan dua tokoh praktisi: Mas Zainuddin, pemilik CafĂ© Titik Tengah, serta Direktur Potret Juang Nusantara. Tujuannya: menguatkan kemampuan pemasaran digital UMKM lokal agar mampu bertahan dan berkembang di era digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, akses pasar bagi UMKM di desaâdesa seperti Karangbayat masih banyak terkendala â mulai dari kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan media sosial, keterbatasan sumber daya untuk kampanye online, hingga rendahnya kepercayaan diri dalam menjajaki platform eâcommerce. Pemerintah Desa Karangbayat melihat pentingnya intervensi berupa pelatihan agar pelaku UMKM tidak tertinggal.
Â
IAIM Lumajang, melalui program KKN, memiliki misi pengabdian masyarakat â membantu desaâdesa mitra mengakses ilmu dan teknologi sesuai kebutuhan lokal. Pelatihan ini menjadi bagian dari agenda pengabdian masyarakat mahasiswa KKN, yang menyiapkan rancangan materi, logistik, dan pendampingan setelah pelatihan.
Pelatihan dimulai pagi hari di Balai Desa Karangbayat dengan sambutan dari Kepala Desa Karangbayat dan Ketua Kelompok KKN IAIM Lumajang. Sekitar 50â70 pelaku UMKM hadir, termasuk penjual makanan, kerajinan tangan, produk pertanian olahan, dan usaha rumahan seperti sabun, kerajinan bambu, dan tekstil. Mahasiswa KKN bertugas sebagai fasilitator: mengatur sesi, membantu peserta memahami materi, serta mendemonstrasikan praktek langsung.
Acara dibagi menjadi beberapa sesi:
Â
Pengenalan Digital Marketing: definisi, manfaat, tren pemasaran digital, pentingnya marketplace dan media sosial.
Media sosial & konten menarik: bagaimana membuat postingan yang menarik, penggunaan foto/video, caption, dan penggunaan hashtag serta algoritma.
Marketplace & eâcommerce: cara membuka toko online, pengelolaan produk, pricing, logistik dan pelayanan pelanggan.
Branding & identitas visual: membangun brand lokal, desain logo sederhana, kemasan produk agar menarik dan profesional.
Strategi promosi & iklan online: penggunaan iklan Facebook, Instagram, mungkin Google Ads, serta tips anggaran kecil untuk reach dan konversi.
Evaluasi & praktik langsung: peserta mencoba membuat konten, merancang iklan, serta mendapat masukan langsung dari pemateri.
Â
-Spesifik Pemateri-
Mas Zainuddin (Owner Café Titik Tengah)
Mas Zainuddin membawakan materi tentang Content Marketing dan Media Sosial. Dari pengalamannya mengelola cafĂ© dan usaha hospitality kecil menengah, dia berbagi strategi membuat konten yang resonan â seperti foto produk yang natural dengan pencahayaan baik, storytelling tentang asalâusul produk, testimoni pelanggan, dan keterlibatan komunitas lokal. Beliau juga menyampaikan kiatâkiat agar media sosial bukan hanya sebagai katalog statis, tetapi ruang interaksi: respon komentar, story, live session, kolaborasi lokal.
Zainul Arifin, S.H [Direktur Potret Juang Nusantara]
Sebagai praktisi dengan latar pengembangan merek dan kampanye kebangsaan/pendidikan publik, Direktur Potret Juang Nusantara menyajikan materi seputar Branding, Iklan Digital, dan Manajemen Marketplace. Materi mencakup cara membangun brand yang memiliki nilai jual unik (USPs), pengemasan produk agar menarik (visual packaging), cara menggunakan fiturâfitur marketplace seperti flash sale, pengaturan pengiriman, menjaga rating produk, serta penggunaan iklan berbayar secara efektif dengan budget terbatas.
Pelatihan ini diharapkan membawa sejumlah manfaat nyata bagi pelaku UMKM Karangbayat:
Peningkatan Kapasitas Digital: UMKM mampu mengelola akun media sosial, membuat konten, dan menggunakan marketplace dengan lebih efektif.
Peluang Pasar Lebih Luas: Dengan toko online dan promosi digital, produk lokal dapat diakses pembeli di luar desa atau kota, memperluas pasar.
Branding Lokal yang Kuat: Produk UMKM memiliki identitas yang lebih menarik â baik dari kemasan, logo, narasi produk â sehingga mampu bersaing.
Peningkatan Pendapatan: Dengan strategi promosi yang lebih baik dan akses online, potensi penjualan meningkat.
Kemandirian & Keberlanjutan: Pelatihan memberi bekal agar UMKM tidak tergantung hanya pada pasar lokal, tetapi bisa terus tumbuh seiring perkembangan teknologi.
Pelaksanaan pelatihan tidak tanpa tantangan:
Keterbatasan Infrastruktur Digital: Beberapa pelaku UMKM di Karangbayat memiliki ponsel dengan spesifikasi rendah, sinyal internet tidak stabil, atau alat dokumentasi (kamera/HP dengan kamera bagus) terbatas. Solusinya: materi menggunakan alat minimal, sesi praktek offline dulu, dan belajar memanfaatkan sumber daya yang ada (misalnya HP biasa, aplikasi gratis).
Keterbatasan Modal: Untuk iklan berbayar atau pengiriman produk mungkin diperlukan biaya tambahan. Solusinya: mengajarkan strategi promosi organik, kolaborasi antar UMKM, serta memanfaatkan platform gratis atau promo marketplace.
Ketidakpastian Keberlanjutan: Pelatihan satu kali belum cukup untuk perubahan jangka panjang. Solusi: followâup, mentoring, komunitas UMKM desa yang rutin bertemu, serta dukungan pemerintah desa dalam sarana pendukung seperti akses internet, ruang promosi desa, dan subsidi kalau memungkinkan.
Kisah Inspiratif & Testimoni
Salah satu peserta, Ibu Siti, pemilik usaha krupuk rumahan, mengatakan:
âSaya sudah pernah jual ke toko lokal, tapi susah menjangkau pelanggan luar. Dengan pelatihan ini saya belajar cara pasarkan lewat Instagram, memakai foto yang tepat, dan mengatur pengiriman. Saya percaya usaha saya bisa lebih berkembang.â
Seorang mahasiswa KKN, Ahmad, menambahkan:
âPengalaman ini sangat membuka wawasan, kami tidak hanya menyampaikan teori, tetapi secara langsung mendampingi pelaku lokal. Kami juga belajar tantangan di lapangan seperti koneksi internet dan alat dokumentasi, yang menjadi pelajaran berharga agar program selanjutnya lebih adaptif.â
Rencana Tindak Lanjut & Harapan
Setelah pelatihan, beberapa langkah berikut telah direncanakan:
Pembentukan Komunitas UMKM Karangbayat agar pelaku usaha dapat saling bertukar pengalaman, kolaborasi promosi, dan membantu satu sama lain.
Sesi mentoring lanjutan setiap beberapa bulan; mahasiswa KKN dan praktisi lokal siap mendampingi pelaku usaha dalam implementasi strategi digital mereka.
Pengadaan fasilitas pendukung oleh desa, misalnya tempat fotografi sederhana (mini studio), ruang workshop, dan pembantu teknis lokal untuk dokumentasi dan konten.
Pengajuan kerjasama dengan marketplace atau OPD terkait agar produk Karangbayat mendapatkan spotlight atau masuk ke platform jualan kolektif desa atau kabupaten.
Kesimpulan
Pelatihan Digital Marketing di Balai Desa Karangbayat dengan kolaborasi mahasiswa KKN IAIM Lumajang dan dua pemateri praktisi â Mas Zainuddin dan Direktur Potret Juang Nusantara â adalah langkah strategis untuk pemberdayaan ekonomi lokal. Lewat pengetahuan dan praktik nyata, UMKM Karangbayat memiliki peluang besar untuk berkembang di era digital.
Kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa sinergi antara desa, perguruan tinggi, dan praktisi tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membuka jalan untuk transformasi sosial ekonomi lokal. Bila dukungan dan tindak lanjut dijaga, pelatihan ini bukan hanya sekali waktu, tetapi bisa menjadi katalis perubahan yang berkelanjutan bagi Karangbayat.