80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pelantikan Pengurus Baru Komunitas JAGRATARA, Tonggak Baru Pelestarian Seni dan Budaya Desa Klungkung
Rabu, 23 Juli 2025 – Aula Balai Desa Klungkung menjadi saksi momen penting dalam perjalanan pelestarian budaya di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Pada hari tersebut dilaksanakan pelantikan pengurus baru Komunitas JAGRATARA (Jaga Tradisi dan Lestarikan Budaya) desa Klungkung, sebuah komunitas budaya yang menjadi representasi semangat baru dalam melestarikan seni dan tradisi lokal.
Pengurus baru Komunitas JAGRATARA resmi dilantik oleh Kepala Desa Klungkung, Abdul Gafur, dengan Hendi Agusdianto Samad dipercaya sebagai ketua komunitas. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Camat Sukorambi, Ketua BPD Desa Klungkung, dan perangkat desa untuk mendukung pengembangan budaya lokal.
Komunitas JAGRATARA merupakan bentuk pembaharuan dari Komunitas Peduli Kebudayaan Desa Klungkung yang sebelumnya dibentuk oleh Pemerintah Desa Klungkung. Perubahan nama ini tidak hanya menjadi simbol semata, tetapi juga mencerminkan semangat baru dalam misi pelestarian budaya. Nama “Jagratara” diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “selalu waspada”, mencerminkan kesadaran generasi muda terhadap ancaman hilangnya budaya lokal di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Kades Klungkung (Abdul Gafur) menyampaikan bahwa perubahan nama ini merupakan hasil refleksi mendalam akan perlunya komunitas yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman. “JAGRATARA bukan sekadar komunitas, melainkan gerakan kesadaran yang dilandasi keinginan kuat untuk melestarikan warisan budaya yang dimiliki desa kita,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Terpilih Hendi Agusdianto Samad menyampaikan komitmennya untuk melestarikan dan mengembangkan kekayaan seni budaya lokal ke khalayak yang lebih luas.
Desa Klungkung sendiri dikenal memiliki kekayaan potensi budaya yang sangat beragam. Desa ini terdiri dari tiga dusun, yakni Dusun Krajan, Dusun Gendir, dan Dusun Mujan, yang masing-masing memiliki karakteristik budaya dan potensi alam yang unik.
Dusun Krajan, yang merupakan pusat pemerintahan desa, memiliki bentang alam berupa perkebunan kopi dan wisata air terjun Anugerah Tunjung Angin. Selain itu, kesenian lokal seperti ludruk Hasib Budaya, patrol Remika, rumah rajut, kerajinan tangan, rumah merpati, ukir-ukiran, dan pencak silat Garda Patih menjadikan dusun ini sebagai pusat kreatif desa.
Dusun Gendir, yang terletak di bagian barat desa, memiliki sejarah unik yang berkaitan dengan Patih Logender, tokoh legendaris yang diyakini pernah singgah di wilayah ini. Potensi alamnya mencakup objek wisata Batu Ampar, berupa batu besar yang dihimpit dua tebing tinggi dan dilintasi aliran sungai jernih. Selain keindahan alam, kesenian macopat, samman, dan drum blek gempa menjadi bagian penting dari identitas budaya Dusun Gendir.
Sementara itu, Dusun Mujan menawarkan kearifan lokal yang sangat kental melalui tradisi ritual Sandorellang. Tradisi ini berupa pujian dan tarian melingkar yang mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas masyarakat setempat. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriyah. Dusun Mujan juga dikenal dengan kekayaan budaya lain seperti pencak silat (Mawar Tunggal, Putra Harapan, dan Sinar Putra), kerajinan bambu, tape Mujan, madu alami, serta sumber tiga yang menjadi ikon alam dusun tersebut.
Pembentukan Komunitas JAGRATARA menjadi langkah strategis Pemerintah Desa Klungkung dalam merangkul seluruh potensi budaya ini dalam satu wadah yang terorganisir dan berkesinambungan. Dengan kepengurusan baru yang dilantik, diharapkan komunitas ini mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya yang tidak hanya bertumpu pada nostalgia masa lalu, tetapi juga mampu berinovasi untuk masa depan.
Sekretaris Camat Sukorambi dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Desa Klungkung yang dinilai mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Sukorambi dalam upaya pelestarian budaya. Bahkan ia mengakui bahwa Prestasi klungkung dalam tingkat kebudayaan sudah melampaui tingkat Provinsi dan Nasional.
Komunitas JAGRATARA diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar budaya, sekaligus mampu membuka peluang bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan. Melalui pelestarian budaya, Desa Klungkung menegaskan diri sebagai desa yang tidak hanya kaya secara tradisi, tetapi juga tangguh dalam menjaga warisannya di tengah tantangan zaman.