Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Meriah Tiga Hari Semangat Kemerdekaan di Desa Sumberpakem

Author
Desa Sumberpakem Kec. Sumberjambe
18 Agustus 2025 215 Kali Dilihat

Peringatan Hari Kemerdekaan di Desa Sumberpakem tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Bukan hanya sehari atau setengah hari, tapi tiga hari berturut-turut warga tumpah ruah mengikuti rangkaian lomba, mulai setelah waktu dzuhur sampai menjelang ashar suasananya rame, heboh, dan penuh canda tawa sejak hari pertama sampai penutupan.

Hari pertama dibuka dengan penuh antusias. Suara sorakan sudah menggema ketika lomba “masukkan paku ke dalam botol” dimulai. Sederhana, tapi bikin deg-degan dan ngakak karena peserta kesulitan menahan tawa sambil menjaga keseimbangan. Setelah itu, suasana makin pecah di lomba “cantol besek”. Anak-anak berlomba secepat mungkin menancapkan besek, dan tiap tim disemangati histeris oleh para penonton. Puncaknya adalah estafet tepung. Warga benar-benar tidak peduli lagi sama wajah penuh bedak karena semuanya sudah sibuk tertawa bareng dan menikmati suasana. Selesai lomba, hampir tak ada yang bersih dari tepung, tapi justru dari situlah rasa kebersamaan mulai terbangun.

Masuk hari kedua, vibes-nya mulai terasa agak serius tapi tetap seru. Lomba “pindah gelas pakai balon” jadi tontonan favorit karena semua deg-degan melihat gelas yang nyaris jatuh setiap kali balon ditiup. Dilanjut dengan “corong air” yang bikin warga bolak-balik teriak “Ayo… ayo… ayo!” karena air yang mengalir kadang nggak sesuai rencana. Meskipun hanya dua lomba, tapi energi dan kekompakan warga tetap terjaga sampai akhir sore.

Hari ketiga menjadi penutup yang paling ditunggu sekaligus yang paling pecah. Lomba estafet sarung membuka pagi dengan gelak tawa karena beberapa peserta sampai jatuh saking buru-burunya memindahkan sarung ke teman satu tim. Setelah itu, lomba tiup gelas bikin penonton gemas karena gelasnya bergerak pelan banget meski peserta sudah tiup sekuat tenaga. Dan sebagai klimaks, lomba voli air benar-benar berhasil menyatukan semua orang di lapangan. Begitu balon air pecah di tangan peserta, suara sorakan langsung menggema ke seluruh penjuru desa. Basah-basahan, teriak bareng, dan nggak ada yang gengsi buat ketawa semuanya larut dalam euforia kemerdekaan.

Di tengah kesibukan masing-masing, tiga hari lomba ini jadi pengingat bahwa kebahagiaan bisa hadir lewat hal-hal sederhana. Bukan soal siapa yang menang atau kalah, tapi bagaimana tawa, sorakan, dan kebersamaan yang tercipta di lapangan bisa membuat warga saling lebih dekat. Semoga semangat ini tidak berhenti setelah bendera perlombaan diturunkan tetapi terus hidup di setiap kegiatan desa, dan semoga tahun depan rasa hangat ini bisa terulang kembali dengan cerita yang lebih seru lagi.

Bagikan: