Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Menyemai Asa, Merajut Karya: Rapat Perencanaan Program KKN K-024 di Desa Bagon

Author
Desa Bagon Kec. Puger
25 Juli 2025 309 Kali Dilihat

Desa Bagon, Kec. Puger, Jember – Dibalik sejuknya udara pedesaan dan hangatnya sambutan warga, terselenggara sebuah forum kecil namun penuh makna. Tim KKN-K 024 hadir di Balai Desa Bagon untuk memaparkan rencana program kerja yang telah mereka susun selama masa awal pengabdian. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, mulai dari Kepala Desa Ahmad Kholili, Sekretaris Desa Ahmadi, Kasun Suling Mas’ud, Erly Kusdianto Kasun Kedung Sumur, Ahmad Junaidi Kasun Krajan serta sejumlah staf dan anggota BPD.

Tak sekadar presentasi, forum ini berubah menjadi ruang dialog dua arah yang kritis dan penuh gagasan. Tim KKN-K 024 memperkenalkan sejumlah program unggulan, seperti GELIS (Gerakan Literasi) yang menyasar peningkatan minat baca anak-anak, serta PERDIKSI (Pelatihan Pemasaran Digital Aksi) yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal melalui pelatihan pemasaran digital. Sambutan hangat pun mengalir dari berbagai pihak. Namun, bukan berarti tanpa kritik. Abdul Hamid, anggota BPD, dengan lugas menyampaikan pertanyaan penting, “Kalau nanti program ini tidak terealisasi sesuai harapan, bagaimana bentuk pertanggungjawaban atau konsekuensinya?”

Pertanyaan tersebut disambut tenang oleh koordinator tim. Mereka menegaskan bahwa program yang dibawa bukan sekadar formalitas pengabdian, tetapi upaya nyata yang siap dikaji ulang dan disesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat lapangan

Erly Kusdianto, Kepala Dusun Suling, juga memberikan pandangan menarik. Ia menanyakan apakah mahasiswa KKN juga akan terlibat dalam pendampingan perizinan usaha bagi pelaku UMKM. “Kalau bisa bantu soal legalitas usaha warga, itu akan sangat bermanfaat ke depan,” ujarnya, menandai harapan besar warga terhadap peran mahasiswa dalam jangka panjang.

Kepala Desa Ahmad Kholili menutup sesi dengan penuh semangat, “Kami mendukung penuh program yang ditawarkan. Semoga bisa jadi pemantik perubahan, meski kecil, tapi berkelanjutan.” Dari forum itu, terlihat jelas bahwa Desa Bagon bukan hanya menjadi lokasi pengabdian, tapi juga ladang kolaborasi antara gagasan muda dan kearifan lokal. Rapat ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menyemai asa dan merajut karya untuk masa depan desa yang lebih baik.

Bagikan: