80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Salam Kemanusiaan!
Isu megathrust sempat menghebohkan masyarakat, khususnya masyarakat Desa Pugerkulon yang wilayahnya memiliki potensi bencana tsunami. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi adanya kegiatan Pelatihan Siaga Berbasis Masyarakat (SIBAT). Kegiatan yang diadakan oleh PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Jember dan bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society Β (JRCS) dan Pemerintah Desa Pugerkulon ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan, Camat Puger, perwakilan dari Puskesmas Puger, BPD, dan 20 relawan. Dua puluh relawan tersebut berasal dari berbagai perwakilan masyarakat yang meliputi: kader posyandu, karang taruna, linmas, kasun, dan tokoh masyarakat.
Kegiatan yang merupakan implementasi dari pelaksanaan proyek School and Community Resilience (SCR) ini berlangsung selama tiga hari (04 β 06 Feb 2025) di Kantor Desa Pugerkulon. Kegiatan ini diadakan untuk melatih dan mengedukasi kesiapsiagaan relawan dalam menanggulangi resiko pascabencana. Desa Pugerkulon dipilih menjadi percontohan Pelatihan SIBAT ini dikarenakan memiliki potensi bencana alam yang sama dengan potensi bencana alam di Negara Jepang, yaitu gempa dan tsunami, mengingat wilayahnya yang bersinggungan langsung dengan pantai.
Di hari pertama pelatihan ini, para relawan diberikan materi tentang orientasi SIBAT dan EVCA (Enhanced Vulnerability Capacity Assessment). Di mana, EVCA ini adalah materi yang berisi pengetahuan tentang penguatan penilaian kapasitas & kerentanan dan Pemetaan Risiko. Selain menyerap dan mengamalkan ilmu pengetahuan yang diberikan, diharapkan relawan yang mengikuti kegiatan mempunyai βsense of belonging & responsibilityβ seperti yang dipesankan oleh Kepala PMI Kabupaten Jember.