80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Bagon, Puger, Jember, 19 Agustus 2025 – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) K-024 di Desa Bagon, Kecamatan Puger, Jember, terus berinovasi dalam menggerakkan ekonomi lokal. Kali ini, mereka menggelar program kerja bernama PERDIKSI (Pelatihan Pemasaran Digital Aksi), sebuah kegiatan yang bertujuan membekali pelaku usaha di desa dengan kemampuan pemasaran digital yang relevan di era modern. Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat 15 Agustus 2025 ini menghadirkan seorang narasumber yang ahli di bidangnya, Bapak Ihwan Mujib.
Membangun Kesadaran Digital dengan Pakar
Bapak Ihwan Mujib, seorang dosen dan pengusaha di bidang konstruksi dari Politeknik Negeri Jember, hadir sebagai pemateri utama. Dalam sesinya, Bapak Ihwan menekankan pentingnya digitalisasi bagi para pelaku usaha, terutama di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. "Saat ini, memiliki produk bagus saja tidak cukup. Pelaku usaha harus mampu menjangkau konsumen lebih luas melalui platform digital," ujar Bapak Ihwan. Materi yang disampaikannya tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan mudah dipahami oleh peserta.
Demo Praktis Pendaftaran Google Maps untuk Usaha Lokal
Bagian paling menarik dari pelatihan ini adalah sesi demo langsung. Bapak Ihwan Mujib memimpin para peserta untuk secara langsung mempraktikkan cara mendaftarkan usaha mereka di Google Maps. Langkah ini sangat krusial, sebab keberadaan di Google Maps akan membuat usaha lokal lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen, baik dari dalam maupun luar daerah. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap langkah yang ditunjukkan, mulai dari mengisi data usaha, menambahkan foto produk, hingga memverifikasi lokasi.
Mendorong Aksi Nyata untuk Masa Depan Digital
Program PERDIKSI ini tidak hanya berhenti pada pelatihan. Nama "Aksi" yang disematkan pada program ini menggarisbawahi komitmen para mahasiswa KKN untuk mendorong aksi nyata dari para pelaku usaha. Dengan bimbingan langsung dari tim KKN K-024, diharapkan para peserta dapat segera menerapkan ilmu yang didapat, sehingga usaha mereka dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar pada kemajuan ekonomi desa. Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang signifikan.