Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Mengintip Potensi BUMDes dalam Ketahanan Pangan Antara Harapan dan Realisasi Awal

Author
Desa Bagon Kec. Puger
01 Agustus 2025 606 Kali Dilihat

Desa Bagon, Kec. Puger, Jember -- Upaya mewujudkan ketahanan pangan di tingkat lokal terus digalakkan, salah satunya melalui inisiatif Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kini mulai merancang strategi konkret. Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan pada 30 Juli 2025, dengan Mas Agun selaku penanggung jawab BUMDes sebagai narasumber utama, terkuaklah gambaran awal proyeksi ketahanan pangan.

Fokus pada Peternakan: Puyuh dan Kambing Jadi Andalan

Dalam paparannya, Mas Agun menjelaskan bahwa BUMDes yang ia gawangi memfokuskan diri pada sektor peternakan, yakni puyuh dan kambing. Pemilihan komoditas ini bukan tanpa alasan, mengingat potensi pasar dan siklus produksi yang relatif cepat, khususnya untuk burung puyuh.

"Untuk puyuh, kami akan membeli yang sudah siap telur. Hanya butuh sekitar 15 hari setelah dibeli, puyuh-puyuh ini sudah mulai produktif," terang Mas Agun. Ia menambahkan bahwa produk yang nantinya akan dipasarkan bukan hanya telur, melainkan juga burung puyuh itu sendiri, yang tentu memberikan variasi sumber pendapatan. Sementara untuk ternak kambing, ia masih dalam tahap perencanaan lebih lanjut terkait skala dan model pengembangannya.

Dari Petani ke Meja Makan: Konsep Penyerapan Hasil Panen

Salah satu pilar penting dalam visi ketahanan pangan ini adalah penyerapan hasil panen dari petani lokal. Mas Agun memaparkan bahwa BUMDes berencana untuk membeli hasil panen dari para petani. Namun, hasil panen tersebut tidak langsung dijual mentah.

"Konsepnya, kami beli dari petani, lalu kami olah kembali. Nanti yang kami jual itu barang setengah jadi," jelasnya. Pendekatan ini menunjukkan upaya BUMDes untuk memberikan nilai tambah pada produk pertanian, sekaligus memastikan adanya pasar bagi hasil panen petani setempat. Ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan.

Tantangan dan Harapan: Menanti Realisasi Penjualan

Meski rencana sudah tersusun rapi, Mas Agun jujur mengakui bahwa saat ini BUMDes belum melakukan penjualan produk apapun. "Sekarang belum menjual apapun," ujarnya singkat, mengindikasikan bahwa proyek ini masih dalam fase persiapan dan pengembangan.

Dukungan dari komunitas juga menjadi kekuatan. Tercatat ada tiga kelompok tani yang terlibat dalam program ini, dengan Bapak Gendut dipercaya sebagai ketua kelompok tani. Keterlibatan kelompok tani ini tentu menjadi modal besar dalam memastikan pasokan bahan baku dan keberlanjutan program.

Secara keseluruhan, inisiatif BUMDes yang digagas oleh Mas Agun ini patut diapresiasi sebagai langkah awal yang prospektif menuju kemandirian pangan di tingkat desa. Dengan strategi yang jelas dalam pengadaan, pengolahan, hingga pemasaran, harapan akan terwujudnya ketahanan pangan lokal semakin terbuka lebar. Kini, mata publik tertuju pada realisasi program ini, menanti bagaimana telur puyuh dan produk olahan pertanian lainnya akan mengisi pasar dan turut menggerakkan roda ekonomi desa.

Bagikan: