80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Desa Sumberejo merupakan desa yang berlokasi di pesisir Pantai Selatan Kabupaten Jember. Salah satu tanaman yang banyak tumbuh adalah tanaman mangrove yang fungsi utamanya adalah sebagai pelindung garis pantai dari abrasi dan erosi. Namun, KKN 033 Desa Sumberejo memanfaatkan tanaman ini menjadi olahan sirup.
Jum’at, 1 Agustus 2025 mahasiswa KKN Kolaboratif bersama dengan ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lumba-Lumba mengumpulkan buah mangrove atau dikenal dengan sebut buah bogem di wilayah pesisir pantai payangan. Buah yang diambil adalah buah yang sudah matang dan jatuh dari tangkainya.
Buah bogem kemudian dicuci dengan air mengalir, dikupas kulitnya, diletakkan di wadah dan ditumbuk hingga halus. Selanjutnya, masukkan air 500-600 ml, gula 1,25 kg dan masaklah hingga mendidih. Lalu, saringlah olahan tersebut untuk diambil sari-sarinya.
Ifititah Nanda, salah satu mahasiswa KKN Kolaboratif 033 Desa Sumberejo mengungkapkan bahwa sirup dari buah bogem ini nantinya akan dibuatkan kemasan, label dan Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari produk tersebut.
“Rencananya untuk dijadikan oleh-oleh khas Desa Sumberejo, dan mungkin dapat menjadi oleh-oleh khas Jember yang dapat dipasarkan secara nasional maupun internasional.”
Menurut mahasiswa Politeknik Negeri Jember tersebut, kendala dalam pembuatan sirup mangrove ini adalah sulit untuk mendapatkan buah bogem karena medannya yang berlumpur serta buah tersebut tidak menentu kapan siap untuk dipanen.
Ia juga turut menambahkan bahwa pemilihan buah bogem dilandasi oleh banyaknya mangrove di pesisir Pantai Payangan. Tidak hanya sebagai pelindung dari abrasi dan erosi, buah tersebut juga berpotensi menjadi sesuatu yang memiliki manfaat ekoncomi, salah satunya diolah menjadi sirup.
“Karena di sini dekat dengan pantai, maka mangrove digunakan sebagai pelindung dari abrasi dan erosi. Tetapi saya juga baru mengetahui, bahwa buah dari mangrove ternyata dapat diolah dimanfaatkan menjadi barang yang bernilai ekonomis seperti sirup.”