80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Mundurejo, Umbulasari – Malam penuh kehangatan dan kebersamaan tersaji di Balai Desa Mundurejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, ketika mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif menggelar acara perpisahan bersama perangkat desa. Rabu malam, 20 Agustus 2025. Acara yang dimulai tepat pukul 19.00 WIB itu menjadi momentum penutup rangkaian kegiatan KKN selama 35 hari, sekaligus ajang untuk menguatkan silaturahmi antara mahasiswa dengan perangkat desa dan masyarakat setempat.
Suasana balai desa yang biasanya dipenuhi aktivitas administrasi kini berubah menjadi ruang pertemuan yang hangat. Karpet digelar rapi, dekorasi sederhana dan aroma khas nasi tumpeng yang menjadi simbol syukur. Acara ini dihadiri oleh seluruh perangkat desa Mundurejo, mulai dari kepala dusun, staf desa, hingga tokoh masyarakat.
Acara resmi dibuka dengan sambutan Sekretaris Desa Mundurejo, yang mewakili Kepala Desa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKN. Kehadiran mereka, menurutnya, tidak hanya membawa semangat baru, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dilanjutkan dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) meskipun tidak bisa hadir secara langsung, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut memberikan sambutan melalui aplikasi Google Meet. Sambutan itu ditampilkan melalui proyektor, sehingga semua tamu undangan bisa menyimak dengan jelas. Dalam pesannya, DPL menyampaikan apresiasi kepada perangkat desa yang telah menerima mahasiswa dengan baik, serta kepada mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program kerja mereka dengan penuh tanggung jawab.
Sebagai penutup sesi sambutan, koordinator desa posko 111 menyampaikan kesan dan pesan mewakili seluruh mahasiswa KKN. Ia mengucapkan terima kasih atas segala dukungan, keramahan, dan kebersamaan yang diberikan oleh masyarakat Desa Mundurejo.
“Awalnya kami datang dengan rasa canggung, takut, dan penuh pertanyaan. Tapi sekarang, kami merasa pulang dengan membawa keluarga baru. Terima kasih sudah menerima kami dengan tangan terbuka. Semoga program kecil yang kami jalankan bisa bermanfaat meski hanya sedikit,” katanya dengan penuh rasa haru.
Setelah sesi sambutan, tibalah pada acara inti, yaitu pemotongan tumpeng. Tumpeng berwarna kuning dengan lauk-pauk khas tradisional disiapkan sebagai simbol rasa syukur atas kelancaran kegiatan KKN dan kerja sama yang terjalin.
Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan oleh Sekretaris Desa, kemudian potongan pertama diberikan kepada koordinator mahasiswa KKN sebagai simbol keberlanjutan hubungan baik antara perangkat desa dengan mahasiswa. Tepuk tangan meriah menggema ketika potongan tumpeng berpindah tangan, menandakan momen kebersamaan yang penuh makna.
Tak berhenti di situ, acara berlanjut dengan pemutaran after movie kegiatan mahasiswa KKN selama 35 hari. Tayangan singkat berdurasi sekitar 7 menit ituberisi dokumentasi kegiatan selama KKN di Desa Mundurejo. Suasana ruangan mendadak riuh rendah oleh tawa dan tepuk tangan ketika adegan-adegan lucu serta momen kebersamaan diputar di layar. Tak sedikit pula yang terharu menyaksikan perjalanan singkat namun penuh makna itu. Usai menikmati after movie, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama tamu undangan, perangkat desa dan mahasiswa kkn.
Malam perpisahan itu ditutup dengan sesi karaoke bersama. Musik-musik populer hingga lagu dangdut yang akrab di telinga masyarakat mengalun meriah. Suasana berubah semakin cair dan hangat. Mahasiswa, perangkat desa, hingga bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir bergantian menyumbangkan suara. Kehangatan itu menjadi simbol bahwa meskipun kegiatan KKN secara formal berakhir, ikatan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat akan terus terjalin.
Acara malam perpisahan KKN di Desa Mundurejo bukan sekadar seremoni penutup, tetapi juga perayaan atas kebersamaan, kerja sama, dan pengalaman yang telah dijalani bersama. Kehangatan tawa, haru dalam sambutan, dan semangat kebersamaan yang terpancar dari tumpeng hingga karaoke malam itu akan selalu menjadi kenangan indah bagi semua yang hadir.
Meski masa KKN berakhir, ikatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat Desa Mundurejo akan tetap hidup, menjadi cerita yang tak terlupakan, dan menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan sederhana bisa melahirkan kenangan yang luar biasa.