Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Mahasiswa KKN Posko 216 Kenalkan Inovasi Puding Jagung di Dawuhanmangli

Author
Desa Dawuhanmangli Kec. Sukowono
19 Agustus 2025 221 Kali Dilihat

Dawuhanmangli – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 216 Desa Dawuhanmangli, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, melaksanakan kegiatan orientasi inovasi pangan berbahan dasar jagung pada Selasa (19/8). Program ini lahir dari hasil koordinasi mahasiswa dengan Kelompok Tani dan Koperasi Merah Putih, yang menyepakati bahwa jagung merupakan komoditas unggulan desa dengan prospek pengembangan paling besar.

Dawuhanmangli dikenal sebagai desa agraris dengan hasil panen beragam, namun jagung menempati posisi utama. Selain ditanam luas, kualitas biji jagung dari desa ini sering dimanfaatkan sebagai benih, sehingga nilai ekonominya lebih tinggi. Berdasarkan potensi tersebut, mahasiswa KKN memfokuskan program ketahanan pangan pada pengembangan produk turunan jagung.

Dalam orientasi, mahasiswa memperkenalkan puding jagung sebagai contoh produk olahan sederhana yang bisa dibuat masyarakat. Puding dipilih karena prosesnya mudah, bahan tambahan terjangkau, dan hasilnya disukai berbagai kalangan. Mahasiswa mempraktikkan cara membuat puding mulai dari mengolah jagung segar hingga mencetaknya menjadi produk siap saji. Warga juga diperlihatkan contoh kemasan sederhana sebagai gambaran jika produk ini dikembangkan untuk dijual.

Kegiatan ini menekankan bahwa pengolahan hasil tani dapat meningkatkan nilai tambah jagung. Jika biasanya jagung hanya dijual dalam bentuk mentah, maka setelah diolah menjadi puding nilai jualnya lebih tinggi. Selain menambah variasi pangan lokal, olahan ini juga bisa menjadi peluang usaha kecil rumahan, khususnya bagi ibu rumah tangga maupun pemuda desa.

Program ini juga berkaitan erat dengan upaya ketahanan pangan desa. Dengan memanfaatkan hasil pertanian sendiri, masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada produk luar. Puding jagung hanyalah salah satu contoh, dan diharapkan bisa menginspirasi masyarakat untuk mengembangkan olahan lain dari jagung maupun komoditas lokal lainnya.

Dukungan kelembagaan turut memperkuat program ini. Kelompok Tani memberikan data dan informasi mengenai kondisi pertanian, sementara Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi wadah pengembangan usaha dan pemasaran produk. Dengan kerja sama tersebut, inovasi pangan dari jagung diharapkan tidak berhenti di masa KKN saja, tetapi bisa berlanjut sebagai gerakan ekonomi desa.

Kegiatan orientasi ini menjadi bukti bahwa potensi lokal dapat dikelola secara kreatif dengan sentuhan inovasi. Jagung yang selama ini hanya dipandang sebagai bahan mentah, kini diperkenalkan sebagai produk olahan yang bernilai. Melalui kerja sama antara mahasiswa, kelompok tani, koperasi, dan masyarakat desa, inovasi sederhana seperti puding jagung bisa menjadi pintu masuk menuju kemandirian pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan warga.

Bagikan: