80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Jember, 11 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 073 berupaya menanamkan karakter positif sejak dini kepada siswa-siswi MI Miftahul Ulum, Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah. Dalam kegiatan yang diadakan pada 11 Agustus 2025, mereka memberikan edukasi interaktif tentang pentingnya melawan tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keresahan akan maraknya kasus perundungan yang sering terjadi di kalangan pelajar. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa edukasi tentang bullying sangat krusial diberikan sejak usia dini agar anak-anak memahami dampak buruknya, baik bagi korban maupun pelaku. "Kami ingin membangun kesadaran sejak dini bahwa setiap anak berhak merasa aman dan dihargai," ujarnya.
Dalam sesi edukasi tersebut, para mahasiswa KKN menggunakan media PPT, video dan memberi contoh nyata yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Mereka menjelaskan berbagai bentuk bullying, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga cyberbullying. Selain itu, mereka juga mengajarkan cara-cara sederhana untuk mencegah dan mengatasi perundungan, seperti berani melapor kepada guru, tidak membalas dendam, dan saling mendukung antar teman.
Siswa-siswi MI Miftahul Ulum terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Salah satu siswa kelas 4, Agam, mengaku kini lebih memahami pentingnya bersikap baik kepada teman-teman. "Aku jadi tahu kalau mengejek teman itu tidak baik, dan aku akan bilang ke guru kalau ada teman yang diganggu," katanya dengan polos.
Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, Bapak Zainul Hasan Al-Madani, menyambut baik inisiatif para mahasiswa KKN. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut. "Kami sangat berterima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN Kolaboratif. Edukasi ini sangat membantu kami dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan," pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter anak-anak yang berempati, peduli, dan berani bersuara melawan bullying, sehingga terwujudnya lingkungan desa yang lebih harmonis dan berkarakter.