80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pemerintah Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program bantuan sosial (bansos). Kegiatan ini menjadi lebih istimewa karena mendapat dukungan aktif dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) yang sedang menjalani pengabdian masyarakat di desa tersebut. beberapa ekonomi masyarakat di desa Kemuningsari Kidul mengalami berbagai tantangan mulai dari harga bahan baku yang terus semakin meningkat hingga berkurangnya lapangan pekerjaan. Merespon hal tersebut, Pemerintah Desa melalui program bantuan sosial yang didanai oleh Dana Desa dan program pemerintah pusat, menyalurkan bantuan berupa paket sembako bahan pangan beras yang di selenggarakan pada Senin (21/7).
Dalam implementasinya, mahasiswa KKN-K dari berbagai perguruan tinggi di Jember turut serta dalam proses pendataan, verifikasi, hingga pendistribusian bantuan kepada masyarakat. Mereka telah melaksanakan KKN-K di Desa Kemuningsari Kidul sejak Kamis (17/7) dan dijadwalkan akan menyelesaikan program kerjanya hingga pertengahan Agustus. Pada tahap penyaluran, kegiatan dilakukan secara bertahap di Balai Desa Kemuningsari Kidul, dengan jadwal yang dibagi berdasarkan RT agar tidak terjadi penumpukan massa. Warga yang datang diminta menunjukkan undangan resmi dari desa serta membawa KTP dan KK untuk verifikasi. Mahasiswa KKN-K juga ikut memberikan arahan kepada masyarakat yang datang agar tidak salah mengambil baris antrian.
Setiap warga yang menerima bantuan pangan beras ini mendapatkan 2 kantung beras, dengan berat 10 kg per karung sehingga total 20 kg per orang. Warga yang mendapatkan bantuan pangan beras kurang lebih 500 orang, sehingga 1.000 karung lebih dibagikan kepada warga yang menerima bantuan pada Senin (21/7).
Ibu Kepala Desa Kemuningsari Kidul, ibu hj. Dewi Kholifah mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN-K dalam kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan partisipatif. “Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Kehadiran mereka meringankan tugas kami, terutama dalam validasi data yang selama ini menjadi kendala dalam distribusi bansos,”ujar ibu kepala desa. Ibu Kepala Desa menyebutkan bahwa kegiatan semacam ini adalah contoh nyata dari praktik ‘desa membangun bersama mahasiswa’. “Kami berharap ke depan akan ada lebih banyak program-program pemberdayaan yang bisa dilaksanakan bersama,” tambahnya.
Tentu tidak semua proses berjalan mulus. Beberapa kendala sempat dihadapi, seperti ketidaksesuaian data KTP dan KK, warga yang belum memiliki NIK, hingga kesulitan komunikasi dengan warga lansia. Namun semua kendala ini dapat diatasi dengan pendekatan humanis yang dilakukan oleh para mahasiswa KKN-K, serta koordinasi intensif antara mahasiswa dan perangkat desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi model percontohan untuk pelaksanaan bansos di desa-desa lain. Integrasi antara program desa dengan mahasiswa KKN-K terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pendistribusian bantuan. Pemerintah Desa Kemuningsari Kidul.