80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Selasa, 22 Juli 2025 pukul 08.30 WIB mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 011 melaksanakan sosialisasi Administrasi Kependudukan (ADMINDUK) kepada masyarakat Desa Purwoasri yang bertempat Balai Desa Purwoasri. Program Kerja Sosialisasi "SADAR" ADMINDUK merupakan salah satu program yang diamanahkan oleh PEMKAB Jember kepada mahasiswa KKN Kolaboratif agar masyarakat memahami terkait dua hal penting, yaitu permasalahan administrasi kependudukan yang kerap dihadapi warga dan kesadaran akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan seperti KTP, KIA (Kartu Identitas Anak), Kartu Keluarga (KK), SKPWNI (Surat Keterangan Pindah Bagi Warga Negara Indonesia), Pencatatan sipil (akta kelahiran, akta perkawinan, akta kematian, pencatatan perubahan dan pembetulan akta-akta pencatatan sipil, akta perceraian), hinggaย inovasi pelayanan.
Kegiatan sosialisasi "SADAR" ADMINDUK tersebut disampaikan secara interaktif. Mahasiswa memaparkan solusi permasalahan administrasi kependudukan, mulai dari cara mengurus dokumen yang hilang, proses perubahan data, hingga layanan online yang disediakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Mahasiswa juga menegaskan bahwa pentingnya dokumen resmi sebagai bukti identitas dan syarat mengakses berbagai layanan seperti pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial. Media yang digunakan mahasiswa yaitu berupa poster dan power point (PPT) yang dipaparkan langsung di depan warga Desa Purwoasri dengan waktu sekitar 10-15 menit.
Setelah dilakukan pemaparan materi dari mahasiswa, dilanjutkan sesi tanya jawab dengan warga Desa Purwoasri. Antusias dari warga Desa Purwoasri cukup aktif dalam menanyakan terkait beberapa hal yang mereka alami, contohnya seperti prosedur pembuatan surat keterangan pindah dari daerah asal ke daerah tujuan. Setelah itu mahasiswa akan menjawab pertanyaan tersebut sesuai dari materi "SADAR" ADMINDUK tersebut.
"Harapan kami, tidak ada lagi warga Desa Purwoasri yang kesulitan mengakses layanan publik hanya karena terkendala dokumen." ujar Tsalisah Rahmaniyyah Arifin, selaku pemateri program kerja SADAR.