80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Karangpring, Jember — Sebagai bagian dari program kerja yang telah direncanakan, Mahasiswa KKN Kolaboratif 162 Desa Karangpring rutin melaksanakan Pembinaan Keagamaan Anak Desa yang menjadi salah satu agenda unggulan mereka. Kegiatan ini diselenggarakan setiap hari dengan dua sesi pembelajaran, yaitu pada pukul 14.00 WIB hingga 15.10 WIB untuk materi kitab, tetapi untuk hari kamis dan selasa kegiatan pukul 14.00 WIB ini biasanya diliburkan. Sedangkan pada ba’da Magrib hingga menjelang Isya pembelajarannya adalah mengaji Iqra’ dan Al-Qur’an. Bertempat di Masjid Darut Taubah dan di Langgar dekat posko, program ini sebelumnya telah mendapat restu dari para guru ngaji setempat, yakni Ustadz Ahmad dan Ustadz Habir. Persetujuan ini menjadi penting agar pelaksanaan program berjalan selaras dengan metode pembelajaran yang telah lama diterapkan di desa tersebut.
Pada sesi siang, mahasiswa membagi anak-anak menjadi 3 (tiga)kelompok belajar sesuai dengan kemampuan mereka.
1) Kelompok pertama, bagi anak-anak yang belum bisa membaca huruf Arab sama sekali, dibimbing untuk mempelajari huruf latin sebagai terjemahan huruf Arab, sehingga mereka memiliki pondasi untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
2) Kelompok kedua, bagi anak-anak yang sudah mulai mengenal dan dapat membaca huruf Arab dasar, diberikan materi Bahasa Arab untuk memperkuat keterampilan membaca dan pemahaman makna.
3) Kelompok ketiga, yang sudah lancar membaca, diarahkan untuk mempelajari Kitab Tauhid dan Kitab Safinah, yang berisi dasar-dasar keimanan, akidah, dan fikih ibadah.
Mahasiswa KKN menggunakan metode pengajaran interaktif, sesekali memberikan hafalan surat-surat pendek yang ada di jus 30.
Selanjutnya stelah Magrib, kegiatan berlanjut dengan pembelajaran mengaji Iqra’ dan Al-Qur’an. Pada sesi ini, suasana langgar dipenuhi suara lantunan ayat-ayat suci yang dibaca oleh anak-anak dengan penuh semangat. Mahasiswa KKN mendampingi secara personal, memastikan makhraj huruf dan tajwid mereka benar. Beberapa anak yang sudah lancar membaca diberikan tantangan untuk menghafal ayat-ayat pendek (surah-surah Juz Amma) sebagai motivasi. Sementara itu, bagi anak-anak yang baru belajar, mahasiswa menerapkan metode pengulangan secara sabar dan konsisten.
Kehadiran Mahasiswa KKN Kolaboratif 162 disambut hangat oleh anak-anak dan masyarakat Desa Karangpring. Setiap harinya, belasan anak hadir dengan membawa buku, Iqra’, atau mushaf Al-Qur’an. Bahkan, ada yang datang lebih awal karena tidak sabar untuk segera belajar. Para mahasiswa menilai program ini bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban KKN, tetapi juga menjadi investasi moral dan spiritual bagi generasi muda desa. Pembinaan agama sejak usia dini diharapkan mampu membentuk karakter anak-anak yang berakhlak mulia, berpengetahuan agama yang baik, dan siap menjadi generasi penerus yang berdaya saing. Dengan adanya sinergi antara Mahasiswa KKN, para ustadz setempat, dan masyarakat, pembelajaran ini diharapkan dapat terus berlanjut meski program KKN telah usai.