80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Jember, 30 Juli 2025 β Mahasiswa Kelompok 122 KKN Kolaboratif Desa Wringinagung telah sukses mengadakan acara SEHATI (Sosialisasi Edukatif Cegah Pernikahan dan Tingkatkan Gizi Anak) yang bekerja sama dengan PKK Desa Wringinagung, Kegiatan ini bertujuan untuk memberi edukasi kepada ibu-ibu di desa Wringinagung terkait pencegahan pernikahan usia dini dan pentingnya pemenuhan gizi anak demi mencegah stunting serta menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Acara SEHATI diselenggarakan di aula balai desa Wringinagung dan dihadiri oleh puluhan ibu PKK, kader posyandu, serta tokoh masyarakat desa Wringinagung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menghadirkan materi yang dikemas secara interaktif dan komunikatif melalui pemaparan materi dan diskusi terbuka.
βAcara ini kami adakan agar ibu-ibu dapat lebih memahami bahayanya pernikahan pada usia dini dan memberitahukan pentingnya asupan gizi yang tepat bagi tumbuh kembang anak.β ungkap Gading, salah satu mahasiswa KKN yang menjadi pemateri dalam kegiatan SEHATI. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa.
Ketua TP PKK Desa Wringin Agung, Ibu Mila Tri Andini, menuturkan apresiasi atas inisiatif dan pelaksanaan kegiatan SEHATI. βAcara ini sangat bagus dan berkesan bagi semua kader dikarenakan banyak materi yang bermanfaat bagi semuanya, bagi kader, bagi ibu-ibu PKK, yaitu mengenai materi pencegahan pernikahan dini dan pola asuh dalam menangani stunting di desa Wringinagung. Menurut saya sudah cukup bagus , banyak manfaat. Semoga mahasiswa KKN Kolaborasi 122 Wringinagung tetap semangat dan berjalan lancar sampai selesai.β, ujar beliau.
Acara berjalan lancar dan ditutup dengan penyerahan cinderamata serta dokumentasi bersama peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Masyarakat, terkhusus dalam bidang Kesehatan dan pendidikan didalam keluarga.
Kegiatan SEHATI menjadi bukti nyata sinergi antar mahasiswa, Masyarakat, dan pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang lebih sadar kesehatan dan pendidikan, serta mendukung upaya pencegahan pernikahan usia dini secara berkelanjutan.