Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Mahasiswa KKN Kolaboratif 112 Jalankan Program Mandatori Adminduk dan ATS di Desa Rejoagung

Author
Desa Rejoagung Kec. Semboro
07 Agustus 2025 298 Kali Dilihat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2025 kelompok 112 yang ditempatkan di Desa Rejoagung, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, telah melaksanakan dua program prioritas yang menjadi bagian dari agenda mandatori Pemerintah Kabupaten Jember. Kedua program tersebut berfokus pada isu strategis, yakni edukasi administrasi kependudukan (Adminduk) serta pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS).

 Digitalisasi Adminduk: Edukasi Penggunaan Aplikasi Lahbako Sebagai upaya mendukung transformasi digital dalam pelayanan administrasi publik, mahasiswa KKN melaksanakan program edukasi administrasi kependudukan digital. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menyusun video edukatif yang berisi penjelasan sederhana dan mudah dipahami mengenai penggunaan aplikasi Lahbako (Layanan Harian Buat Administrasi Kependudukan Orang Jember).

Lahbako merupakan inovasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember yang memungkinkan masyarakat untuk mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan secara online, seperti KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan dokumen lainnya. Layanan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan tatap muka di kantor desa atau kecamatan, serta mempercepat proses administrasi secara efisien dan transparan.Melalui metode penyampaian berbasis video, mahasiswa berharap penyebaran informasi tentang manfaat Lahbako dan panduan penggunaannya dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok usia lanjut yang mungkin belum familier dengan teknologi digital. Video disebarluaskan melalui perangkat desa, grup WhatsApp warga, dan diputar dalam kegiatan masyarakat agar informasi dapat terserap secara luas.

 

 Pendataan Anak Tidak Sekolah: Verifikasi dan Analisis Lapangan

Selain program edukasi Adminduk, mahasiswa KKN juga melaksanakan program survei dan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai bentuk implementasi program prioritas di sektor pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi anak-anak di Desa Rejoagung yang tidak sedang menempuh pendidikan formal, baik karena putus sekolah, atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pendataan dilakukan secara langsung menggunakan metode door-to-door atau kunjungan rumah ke rumah, berdasarkan data awal yang diperoleh mahasiswa dari situs resmi My-Dispendik. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menggunakan instrumen kuesioner yang telah tersedia di platform tersebut untuk memastikan kesesuaian data dan memverifikasi kondisi di lapangan. Selain mencatat status ATS, mahasiswa juga menghimpun berbagai indikator pendukung yang relevan, seperti riwayat perpindahan sekolah, pencapaian akademik terakhir, alasan tidak melanjutkan pendidikan (ekonomi, pernikahan dini, kurangnya dukungan keluarga), dan lain-lain.

Proses survei dilakukan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa dan keluarga dari anak yang bersangkutan. Setiap kunjungan juga didokumentasikan secara tertib sebagai bagian dari pelaporan dan tindak lanjut program. Data yang terkumpul diharapkan dapat menjadi acuan bagi desa dan pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran, termasuk intervensi langsung, pemberian bantuan pendidikan, hingga pengembangan fasilitas belajar.

Melalui pelaksanaan kedua program ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 112 Desa Rejoagung berupaya memberikan kontribusi konkret terhadap masyarakat. Pada satu sisi, mereka meningkatkan literasi masyarakat dalam penggunaan layanan kependudukan berbasis digital melalui aplikasi Lahbako. Di sisi lain, mereka juga membantu pemerintah desa dalam memperoleh data ATS yang valid dan terverifikasi untuk mendukung penanganan permasalahan pendidikan.

Dengan adanya sinergi antara edukasi Adminduk dan pendataan ATS, mahasiswa berharap pemerintah desa memiliki dasar data yang kuat untuk merumuskan kebijakan yang berkelanjutan, baik dalam pelayanan publik maupun pendidikan inklusif. Program ini juga menjadi bentuk nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat, yang tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga aktif menciptakan dampak sosial ya

Bagikan: