80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pada tanggal 8, 9, dan 10 Agustus 2025, Mahasiswa KKN Kolaboratif 110 Desa Tegalwangi mengikuti kegiatan pameran produk UMKM dalam rangkaian acara Jember Fashion Carnaval (JFC) yang diselenggarakan di Alun-Alun Jember. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pelaku UMKM se-Kecamatan di wilayah Jember, komunitas kreatif, dan pelaku usaha kuliner lainnya yang memamerkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, KKN Kolaboratif 110 Tegalwangi membuka stand penjualan dan promosi produk inovasi Dimsum Gurame Tegalwangi. Sejak pagi, stand ini selalu ramai dikunjungi. Aroma gurih dimsum yang baru dikukus menarik perhatian banyak pengunjung untuk mampir dan mencicipi. Tidak sedikit yang memutuskan membeli untuk dibawa pulang. Menurut salah satu pengunjung, Ibu sekitar umur 45 tahun, “Dimsum gurame memiliki cita rasa yang lezat dan tekstur yang lembut. rasanya enak sekali, gurihnya pas, dan unik karena pakai ikan gurame. Saya ingin mbak melfin membantu saya mengajarkan membuatnya,” ungkapnya.
Penjualan selama acara berlangsung dengan lancar, bahkan jumlah transaksi melebihi target yang telah direncanakan. “Kami senang sekali melihat respon positif dari pengunjung. Banyak yang penasaran karena dimsum gurame ini unik dan belum banyak ditemukan di pasaran,” ujar Melfin, selaku PIC kegiatan pameran DIGUTA.
Dimsum gurame dipilih sebagai produk unggulan karena memiliki cita rasa khas, bergizi tinggi, dan berbeda dari dimsum pada umumnya. Kehadiran KKN-K 110 di JFC tidak hanya bertujuan memasarkan produk, tetapi juga memperkenalkan potensi kuliner Desa Tegalwangi yang selama ini dikenal sebagai sentra budidaya ikan gurame. Melalui inovasi ini, ikan gurame yang biasanya dijual dalam bentuk segar atau digoreng diolah menjadi makanan modern yang praktis dan bernilai jual tinggi.
Partisipasi KKN-K 110 dalam JFC menjadi peluang besar untuk mempromosikan dimsum gurame kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan dari luar kota bahkan luar negeri. Diharapkan, inovasi kuliner ini dapat menjadi produk unggulan desa yang mampu menembus pasar regional dan nasional, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga Tegalwangi.