80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Posko 205 yang berasal dari Universitas Jember, Universitas Dr. Soebandi, Universitas PGRI Argopuro Jember, Universitas Islam Jember, serta UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, melaksanakan program pengabdian di Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Jember. Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan sarana dan prasarana, tetapi juga diarahkan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sosialisasi terpadu di bidang kesehatan dan pendidikan. Salah satu kegiatan utama adalah penyuluhan mengenai pentingnya perawatan kehamilan, pencegahan stunting, serta bahaya pernikahan dini yang menyasar masyarakat desa, khususnya ibu hamil dan calon pengantin.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dengan menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta metode interaktif seperti diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini juga didukung oleh tenaga kesehatan lokal dan perangkat desa untuk memastikan pesan yang disampaikan benar-benar tepat sasaran. Pada sosialisasi bagi ibu hamil, mahasiswa menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan melalui gizi seimbang, pemantauan rutin, serta kunjungan ke posyandu. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko komplikasi sekaligus meningkatkan keselamatan ibu dan bayi. Sementara itu, edukasi mengenai stunting lebih menyoroti dampak serius terhadap tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun intelektual, serta mendorong orang tua untuk menerapkan pola asuh yang sehat, memberikan asupan bergizi, dan mengikuti imunisasi secara teratur.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman tentang bahaya pernikahan dini yang dapat berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga. Melalui sosialisasi ini, masyarakat didorong untuk lebih mendukung penundaan usia pernikahan hingga waktu yang tepat demi masa depan yang lebih baik. Peran mahasiswa dari lima universitas ini tidak hanya sebatas penyampai materi, tetapi juga sebagai penghubung antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa. Mereka turut membantu mengorganisasi kegiatan, mengumpulkan data kesehatan, hingga melakukan pendampingan berkelanjutan kepada kader posyandu agar manfaat program ini dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Desa Plerean.