80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sumberjambe, Jember 6-9 Agustus 2025
Suasana ceria dan penuh semangat memenuhi halaman SD Negeri Sumberjambe ketika Mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 203 hadir membawa misi penting: memberikan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan fokus pada kesehatan gigi, serta edukasi pencegahan pernikahan dini kepada siswa-siswi kelas 5 dan 6.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 11 Agustus 2025, ini bukan sekadar penyuluhan biasa. Dengan pendekatan yang edukatif, interaktif, dan ramah anak, mahasiswa menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membekas bagi para siswa.
Target Anak Usia Sekolah, Momentum Emas Pendidikan Kesehatan dan Sosial
Koordinator KKN Kolaboratif Kelompok 203, Lailatul Zahro, menjelaskan bahwa anak usia 10–12 tahun merupakan kelompok usia strategis dalam membentuk kesadaran akan pentingnya kesehatan diri dan perlindungan masa depan.
“Sosialisasi ini kami fokuskan kepada siswa kelas 5 dan 6 karena mereka berada dalam fase kritis pembentukan karakter dan pengetahuan. Mereka mulai mengenali identitas diri, dan sangat penting untuk diberi edukasi tentang cara menjaga kesehatan serta memahami risiko sosial seperti pernikahan dini,” ungkap Laila.
Sesi Pertama, “Senyum Ceria Dimulai dari Gigi yang Bersih”
Sesi pertama bertema “Gigi Sehat, Senyum Ceria”, yang bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi. Mahasiswa menyampaikan materi tentang cara menyikat gigi yang benar, waktu menyikat gigi yang ideal (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur), serta makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari karena dapat merusak gigi.
Menggunakan alat peraga berupa model mulut dan sikat gigi raksasa, mahasiswa mengajak siswa melakukan simulasi langsung. Anak-anak terlihat antusias saat diminta maju untuk mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan gerakan memutar dan dari arah gusi ke gigi.
“Biasanya saya cuma gosok gigi asal-asalan. Sekarang jadi tahu harus pelan-pelan dan ke arah yang benar supaya tidak sakit gigi,” Intan, siswa kelas 6.
Sesi Kedua, “Pernikahan Dini Bukan Pilihan Aman untuk Masa Depan”
Sesi kedua mengangkat tema yang lebih serius namun dikemas dengan cerita bergambar, permainan kuis, dan diskusi kelompok: “Pernikahan Dini: Bahaya yang Tidak Terlihat”.
Mahasiswa menyampaikan bahwa pernikahan pada usia anak dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari terganggunya pendidikan, risiko kesehatan pada masa kehamilan dini, hingga ketidaksiapan mental dalam membina rumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya soal cinta, tapi juga kesiapan fisik, mental, dan finansial. Anak-anak harus tahu bahwa mereka berhak mengejar pendidikan dan cita-cita terlebih dahulu,” tegas Tatasya, salah satu pemateri dari mahasiswa KKN.
Melalui pendekatan komunikatif dan ilustrasi visual, anak-anak tidak hanya memahami, tetapi juga mampu menyampaikan kembali apa yang mereka pelajari dalam bentuk gambar dan cerita sederhana.
Dukungan Sekolah dan Harapan Masa Depan
Kepala Sekolah SD Negeri Sumberjambe, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Ia menyebutkan bahwa pendekatan yang digunakan sangat sesuai dengan dunia anak, dan memberikan pemahaman baru yang tidak selalu bisa diberikan dalam pembelajaran formal.
“Anak-anak kami sangat senang. Mereka jadi tahu bagaimana cara menjaga kebersihan gigi, dan juga memahami bahwa pendidikan lebih penting daripada menikah di usia muda. Ini ilmu yang sangat berharga,” ungkap Kepala Sekolah.
Meninggalkan Jejak Kebaikan, KKN Kolaboratif yang Berdampak Langsung
Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian program tematik KKN Kolaboratif Kelompok 203, yang mengusung misi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa melalui edukasi dan pemberdayaan. Dengan kolaborasi lintas jurusan, mahasiswa mampu menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga isu sosial yang sensitif seperti pernikahan anak.
Kegiatan di SD Sumberjambe menjadi bukti nyata bahwa program KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk pengabdian yang mampu memberi dampak nyata — dimulai dari senyum anak-anak yang kini lebih ceria dan penuh harapan akan masa depan. Senyum Anak, Cermin Masa Depan Bangsa
Dengan semangat “Dari Desa untuk Indonesia Sehat dan Berkualitas”, mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 203 telah menanamkan benih kesadaran pada generasi penerus bangsa. Harapannya, mereka tumbuh menjadi individu yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan berani bermimpi lebih tinggi tanpa terburu-buru menuju jenjang yang belum waktunya.
Karena senyum sehat hari ini adalah cermin masa depan yang lebih cerah.