Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Mahasiswa KKN-K 156 Merangkai Semangat Kemerdekaan Bersama Warga Desa Pakis

Author
Desa Pakis Kec. Panti
17 Agustus 2025 247 Kali Dilihat

Pakis, 16 Agustus 2025 — Suasana Desa Pakis berubah menjadi lautan semangat dan warna dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Di tengah gegap gempita karnaval tahunan, Mahasiswa KKN-K 156 hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra warga dalam merangkai makna kemerdekaan yang lebih dalam dan berdampak.

Kehadiran mahasiswa KKN disambut hangat oleh masyarakat. Sejak siang, mereka bergabung dalam persiapan karnaval, membantu warga menghias gerobak, menata kostum, dan menyiapkan atraksi. Mahasiswa turut serta dalam parade dengan membawa pesan-pesan edukatif yang menyentuh isu-isu desa, mulai dari literasi petani hingga penguatan identitas lokal.

Parade karnaval dimulai dari Lapangan Desa Kemuning Lor dan menyusuri jalan utama menuju Lapangan Desa Pakis sebagai titik akhir. Diiringi dentuman “sound horeg” yang menggema dari truk modifikasi dan speaker warga, suasana menjadi meriah dan penuh energi. Mahasiswa KKN berjalan berdampingan dengan kelompok tani, ibu-ibu PKK, dan anak-anak sekolah. Di sepanjang rute, mereka membagikan leaflet edukatif tentang proses pasca-panen, kadar air kopi, dan pentingnya branding komunitas. Warga tampak antusias membaca dan berdiskusi langsung di tengah arak-arakan.

Selain berpartisipasi dalam parade, mahasiswa KKN juga bertugas sebagai pengawas jalannya acara, mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan, serta membagikan kupon kepada peserta karnaval. Peran ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pelayanan, memastikan acara berlangsung tertib dan meriah.

Koordinator KKN-K 156, Aditya Bintang Imani, menyampaikan bahwa partisipasi mereka bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk advokasi yang membumi. “Kami ingin kemerdekaan dirasakan sampai ke akar rumput. Petani, pelaku UMKM, dan warga desa punya peran penting dalam membangun bangsa. Karnaval ini adalah ruang untuk menyuarakan itu,” ujarnya.

Selain parade, mahasiswa juga membuka stan edukasi di halaman balai desa. Stan tersebut menampilkan infografis tentang hak-hak petani, proses legalitas usaha mikro, dan potensi kopi Rengganis sebagai produk unggulan desa. Warga dari berbagai dusun datang silih berganti, bertanya, berdiskusi, bahkan membawa contoh produk untuk dikonsultasikan.

Kepala Desa Pakis, Bapak Zaeni, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai membawa semangat baru dalam pemberdayaan desa. “Mereka tidak hanya belajar dari desa, tapi juga memberi. Kolaborasi ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam mengangkat potensi lokal yang selama ini belum banyak diketahui,” tuturnya.

Karnaval tahun ini juga menjadi momentum reflektif bagi mahasiswa. Di tengah sorak-sorai, tawa anak-anak, dan dentuman musik remix khas desa, mereka menyadari bahwa advokasi tidak selalu harus formal dan kaku. Justru lewat seni, budaya, dan interaksi langsung, pesan-pesan edukatif bisa lebih mudah diterima dan dihayati oleh masyarakat.

Bagi warga Pakis, kehadiran mahasiswa KKN membawa harapan baru. Mereka merasa didengar, dihargai, dan diajak berpikir bersama tentang masa depan desa. “Biasanya karnaval cuma ramai-ramai saja. Tapi sekarang kami juga belajar. Rasanya seperti benar-benar merdeka,” ujar Ibu Siti, salah satu peserta dari Dusun Krajan.

Dengan semangat kolaborasi, edukasi, dan budaya, Mahasiswa KKN-K 156 dan warga Desa Pakis telah merangkai kemerdekaan dalam bentuk yang paling nyata: kebersamaan, kesadaran, dan harapan. Karnaval bukan sekadar perayaan, tetapi panggung perubahan yang dimulai dari desa

Bagikan: