Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Mahasiswa KKN Gelar Semarak Lomba 17 Agustusan di Balai Desa Dawuhan Mangli

Author
Desa Dawuhanmangli Kec. Sukowono
10 Agustus 2025 541 Kali Dilihat

Dawuhan Mangli – Suasana kemerdekaan terasa semakin meriah di Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, pada Minggu (18/08/2025). Balai Desa yang biasanya menjadi pusat kegiatan administratif, kali ini dipenuhi tawa, sorakan, dan semangat juang warga dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKNK)  yang sejak pertengahan Juli telah melaksanakan program pengabdian di desa ini. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan doa bersama. Setelah itu, lomba-lomba dimulai dengan penuh semangat. Total ada lima jenis lomba yang digelar pada hari itu: estafet tepung, estafet air, karet tepung, voli air, dan cukurukuk.

Pada lomba estafet tepung menjadi lomba terlucu karena memancing tawa. Setiap tim beranggotakan lima orang, berdiri berjajar dengan posisi duduk. Peserta pertama mengambil tepung dari wadah di depannya, lalu mengoperkannya ke peserta di belakang dengan cara menuangkan ke atas kepala tanpa menoleh. Tepung yang tumpah berhamburan membuat wajah para peserta putih seperti habis keluar dari penggilingan tepung. Penonton pun tak henti-hentinya tertawa melihat aksi peserta yang berusaha menahan tawa sambil tetap fokus.

Mahasiswa KKN turut menjadi panitia lomba, memandu jalannya pertandingan, mengatur jadwal, dan memberikan instruksi. Mereka juga berperan sebagai juri penilai agar perlombaan berjalan adil. Setelah seluruh lomba selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang. Meskipun nilainya tidak seberapa, raut wajah gembira para pemenang menunjukkan bahwa yang terpenting adalah kebersamaan dan semangat.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini bukan sekadar program tambahan, melainkan sarana pembelajaran sosial. Mereka belajar mengatur acara, mengkoordinasikan banyak pihak, serta berinteraksi langsung dengan warga.

“Di kampus, kami belajar teori. Tapi di sini, kami belajar praktik membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Lomba ini hanyalah media, yang utama adalah hubungan yang terjalin,” ungkap Krisna, mahasiswa peserta KKN.

Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Dawuhan Mangli tahun ini menjadi momen yang akan diingat oleh warga dan mahasiswa KKN. Bukan hanya karena meriahnya lomba, tetapi juga karena suasana kebersamaan yang tercipta. Tawa, sorak, dan semangat yang mengisi balai desa menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih hidup di hati masyarakat.

 

Bagikan: