80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sumberlesung, 25 Juli 2025 โ Suasana Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledok Ombo, berubah meriah pada hari Jumat (25/7) dalam perhelatan Festival Egrang Tanoker 2025, sebuah acara budaya tahunan yang digelar oleh organisasi Tanoker dengan Balai Desa Sumberlesung sebagai tuan rumah.ย ย Festival ini menjadi wadah pelestarian budaya lokal sekaligus ruang inklusi sosial yang mempertemukan masyarakat, seniman, pelajar, dan tamu dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari dalam negeri, sejumlah Wakil Menteri dari luar negeri turut hadir menyaksikan langsung rangkaian kegiatan budaya yang sarat makna ini.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertugas di Desa Sumberlesung, khususnya Kelompok 192, turut ambil bagian dalam menyukseskan festival. Mereka terlibat aktif dalam menyemarakkan barisan, membantu teknis acara, serta bekerja sama dengan Komunitas Resik Jember, sebuah komunitas peduli kebersihan lingkungan yang juga turut berperan besar dalam penyelenggaraan kegiatan.
Partisipasi mahasiswa KKN Kelompok 192 dalam Festival Egrang Tanoker 2025 menjadi pengalaman berharga sekaligus ajang pembelajaran langsung di tengah masyarakat. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa tidak hanya berkontribusi pada kelancaran acara, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai nilai-nilai budaya lokal, semangat gotong royong, dan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi dengan komunitas Resik Jember memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami praktik nyata pengelolaan kebersihan dalam event berskala besar, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan peserta dan pengunjung festival.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah desa, komunitas, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi budaya yang dimiliki Desa Sumberlesung. Dengan semangat kolaborasi yang terbangun, Festival Egrang Tanoker bukan hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa KKN pun optimistis pengalaman ini akan menjadi modal berharga untuk menerapkan ilmu dan keterampilan mereka di masa depan, serta terus berkontribusi bagi kemajuan desa.