80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Desa Gambirono, yang terletak di Kecamatan Bangsalsari, merupakan sebuah wilayah yang kaya akan potensi hasil bumi. Potensi ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai salah satu pilar utama dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, karena sebaran lahan pertanian dan kondisi geografis yang berbeda di setiap dusun, karakteristik hasil bumi yang dihasilkan pun beragam. Oleh karenanya, perlu dilakukan identifikasi dan pendataan potensi secara rinci dan sistematis agar langkah pengembangan yang diambil dapat tepat sasaran dan efektif.
Pada tahun 2025, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 147 Gambirono-Bangsalsari melakukan survei lapangan untuk memetakan potensi hasil bumi di Desa Gambirono. Survei ini bertujuan menghasilkan data yang akurat serta mendetail sebagai bagian dari penyusunan peta potensi desa, yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa maupun pemangku kepentingan dalam merancang program pembangunan pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hasil survei menunjukkan bahwa Desa Gambirono terbagi menjadi empat wilayah utama yang masing-masing memiliki jenis hasil bumi unggulan berbeda. Di Dusun CurahCabe, komoditas utama yang dominan adalah padi, jeruk, dan kacang. Kondisi tanah yang subur dan air yang melimpah mendukung pertanian padi sebagai makanan pokok, sementara jeruk dan kacang menjadi komoditas pendamping yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga setempat.
Di Dusun Krajan A, hasil bumi yang paling banyak dikembangkan meliputi jagung, tebu, kacang, dan jeruk. Jagung dan tebu menjadi pilihan utama dikarenakan karakteristik iklim dan kondisi lahan yang sesuai, sedangkan kacang dan jeruk menunjang diversifikasi hasil panen sehingga memberikan peluang pemasaran yang lebih luas bagi petani.
Sedangkan di Dusun Krajan B, potensi hasil bumi didominasi oleh kacang, padi, dan tebu. Kombinasi tiga komoditas ini secara strategis memberikan keseimbangan antara kebutuhan pangan pokok dan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan masyarakat desa.
Wilayah terakhir, Gambirono Kulon, memiliki potensi unggulan berupa jagung, kacang, dan tebu. Ketiga komoditas ini prospesktif untuk dikembangkan bersama karena saling melengkapi dari segi teknik budidaya, masa panen, serta kebutuhan pasar. Dengan demikian, pengelolaan lahan secara berkelanjutan dan optimal di Gambirono Kulon dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani setempat.
Pemetaan potensi hasil bumi yang detail dan terstruktur seperti ini memberikan gambaran yang jelas bagi pemerintah desa Gambirono dan para pelaku pembangunan lainnya untuk merumuskan strategi pengembangan pertanian yang terfokus dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Tidak hanya meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga kualitas hasil pertanian agar lebih kompetitif di pasar. Lebih jauh lagi, hasil survei ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program pelatihan, pembinaan kelompok tani, serta bimbingan teknis yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.