80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Dalam rangka pelaksanaan program kerja utama titipan Pemerintah Kabupaten Jember, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) kelompok 206 Desa Pringgondani menjalankan salah satu kegiatan unggulan bertema “DESA CINTA”, yang merupakan akronim dari Cerdas, Inklusif, dan Tangguh.
Tema Cerdas mengangkat pentingnya pemahaman masyarakat terhadap data dan informasi administrasi kependudukan, pengurangan angka anak tidak sekolah, serta pengentasan kemiskinan. Inklusif fokus pada aspek kesehatan dan pencegahan stunting, sementara Tangguh menyoroti upaya penguatan ekonomi lokal, swasembada, dan ketahanan pangan.
Salah satu bentuk nyata dari implementasi tema Tangguh adalah kegiatan hari ini, Minggu (10/8/2025), yang difokuskan pada pelestarian dan promosi UMKM lokal melalui produk khas Desa Pringgondani: kue Rambon.
Mengenal Rambon, Si Manis dari Pringgondani
Kue Rambon merupakan jajanan tradisional yang berbahan dasar ketan, telur, gula, dan vanili. Uniknya, ketan digiling halus setelah sebelumnya disangrai tanpa minyak, kemudian dicampur dengan adonan telur dan gula yang telah dikocok hingga mengembang. Setelah adonan tercampur rata, ia ditumbuk secara tradisional menggunakan lesung kayu pohon nangka dan dipanggang dengan api sedang hingga mengeras.
Meski tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali, kue Rambon dikenal tahan lama, bahkan bisa disimpan hingga satu tahun jika ditutup rapat. Rasanya manis dan legit, cocok sebagai oleh-oleh khas ataupun sajian saat hari raya. Sayangnya, saat ini kue Rambon hanya ramai diproduksi dan dijual saat bulan Ramadan, dan di hari-hari biasa jarang ditemukan pembelinya.
“Kami masih menggunakan cara tradisional, ditumbuk manual pakai lesung kayu. Proses ini yang bikin lama. Di desa ini, produsen Rambon bisa dihitung jari. Kalau tidak dilestarikan, nanti siapa lagi yang tahu makanan khas ini,” ungkap salah satu produsen Rambon yang ditemui mahasiswa KKN-K 206 saat pelaksanaan kegiatan.
Branding dan Digitalisasi sebagai Solusi
Melihat potensi besar kue Rambon, mahasiswa KKN-K 206 turut membantu dalam upaya pemasaran dan digitalisasi produk. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain: membuat logo dan desain kemasan, serta merancang strategi branding agar kue Rambon bisa dikenal lebih luas tidak hanya laku saat Ramadan, tetapi juga bisa dipesan sepanjang tahun.
Melalui dokumentasi digital dan pemanfaatan media sosial, mahasiswa juga memperkenalkan proses pembuatan Rambon agar publik bisa memahami keunikan dan nilai tradisional yang terkandung di dalamnya.
“Kami ingin membantu UMKM lokal agar lebih dikenal luas. Tidak hanya saat bulan puasa. Kue ini khas, unik, dan punya nilai budaya yang tinggi. Sayang kalau tidak diangkat ke permukaan,” ujar salah satu mahasiswa KKN-K 206.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan pemasaran kue Rambon, tetapi juga menjadi langkah awal pelestarian kuliner tradisional Desa Pringgondani yang hampir terlupakan. Melalui keterlibatan generasi muda dalam UMKM lokal, Desa Pringgondani diharapkan menjadi desa yang tangguh secara ekonomi dan berdaya saing melalui kearifan lokal.