80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Call Center Agoda 0838/0015/0086 Layanan Bantuan Pelanggan 24 Jam Hubungi WhatsApp 0838/0015/0086 Untuk Refund Dan Reschedule.
Gumukmas - Bagorejo, 11 Agustus 2025 — Mahasiswa KKN Kolaborasi yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa
Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, menjalankan salah satu program kerja mereka melalui kegiatan pendampingan pembuatan dan pengurusan penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku UMKM di Dusun Ampeldento. Penerima NIB kali ini adalah Ibu Asmaul Husna, pengusaha peyek rumahan yang telah lama memproduksi makanan ringan khas untuk masyarakat sekitar.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif mahasiswa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa, khususnya melalui legalisasi usaha kecil dan mikro. Dengan adanya NIB, pelaku UMKM memiliki peluang untuk memperoleh berbagai fasilitas dari pemerintah, seperti bantuan usaha, pelatihan, hingga akses pemasaran yang lebih luas.
Usaha peyek milik Ibu Asmaul cukup dikenal oleh masyarakat setempat karena cita rasanya yang gurih dan renyah. Produknya kerap disajikan dalam berbagai acara keluarga dan kegiatan desa. Meski usaha tersebut telah berjalan cukup lama, Ibu Asmaul sebelumnya belum memiliki izin usaha yang sah. Melalui bimbingan mahasiswa KKN, beliau didampingi dalam proses pengurusan NIB secara daring melalui platform OSS (Online Single Submission) hingga akhirnya berhasil memperoleh legalitas resmi.
Proses pendampingan, pembuatan dan pengurusan NIB dilakukan langsung oleh tim mahasiswa KKN kolaborasi di lokasi produksi Ibu Asmaul. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendorong kemajuan UMKM desa serta sebagai bentuk edukasi tentang pentingnya legalitas dalam menjalankan usaha. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Asmaul Husna menyampaikan ucapan terima kasih atas pendampingan yang telah diberikan. Ia mengakui bahwa sebelumnya tidak mengetahui prosedur pengurusan NIB, namun merasa sangat terbantu oleh kehadiran mahasiswa.
"Alhamdulillah saya sangat terbantu dari awal hingga selesai. Harapannya, usaha peyek saya bisa berkembang dan dikenal lebih luas," ujarnya dengan penuh harapan.
Inisiatif ini menjadi bukti konkret bahwa kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjalankan program formal, tetapi juga turut menjadi penghubung antara masyarakat desa dan akses terhadap informasi serta layanan penting. Tim KKN Kolaborasi berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga lebih banyak UMKM lokal yang memiliki legalitas usaha dan berkembang secara berkelanjutan.