80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sabtu , 19 September 2026 PEMUDA ANSOR KENCONG Dan LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ( LPPM).Mengadakan Lounching Kampung Moderasi Beragama dan Paparan Moderasi Beragama.Dan acara ini di adakan di Balai Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember.Acara ini yang di hadiri langsung oleh Camat Umbulsari Dan juga Kades Desa Sukoreno. Kegiatan Kampung Moderasi Beragama dibuka dengan salam dan sambutan dari panitia/ketua pelaksana. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.Setelah itu di lanjutkan sambutan dari Kades Sukoreno H.Achmad Choiri dan di lanjutkan oleh Camat Umbulsari Bpk Prihan Jadid.Dalam sambutan beliau berdua yang di sampaikan hampir sama yaitu semua tentang menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama. Dan acara selanjutnya yaitu pemaparan dari Tokoh Agama yang ada di Desa Sukoreno.
Bpk Sudarmani beliau dari tokoh agama Hindu ,Beliau juga menceritakan tentang kehidupan sehari hari di lingkungan Desa Sukoreno yang berbeda beda Agama namun tetap rukun
Romo Catur Tokoh Agama dari agama Katolik, beliau juga menceritakan bahwasanya gereja katolik yang ada di Sukoreno ini usianya sudah 1 abad dan untuk umat katolik setiap di acara renungan yang di adakan setiap tgl 16 Agustus malam dengan mengundang dari tokoh agama islam, hindu dan kepercayaan saptadarma yang bertempat di halaman Goa Maria.
Bpk Sunyoto Tokoh dari kepercayaan saptadarma beliau menyampaikan bahwasanya di sukoreno ini bukan hanya hidup bertoleransi antar umat beragama namun juga mempunyai produk unggul seperti buah jeruk yang tidak asing lagi di wilayah kecamatan umbulsari.
Dari sambutan semua tokoh agama juga mengingatkan Moderasi beragama adalah sikap dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan mengambil jalan tengah, tidak berlebihan, serta tetap menghormati perbedaan dan menjaga persatuan.
Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, tetapi mengajarkan bagaimana menjalankan ajaran agama dengan tetap menghormati hak orang lain dan kehidupan bersama.
Kegiatan Kampung Moderasi Beragama ditutup dengan pesan agar seluruh peserta dapat menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Moderasi beragama diharapkan tidak hanya menjadi materi dalam kegiatan, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, musyawarah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.