80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Desa Plerean kembali bergemuruh dengan semangat kemerdekaan pada perayaan 17 Agustus tahun ini. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 205 yang berasal dari Universitas Jember, Universitas Dr. Soebandi, Universitas PGRI Argopuro Jember, Universitas Islam Jember, serta UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, sukses menggelar berbagai lomba khas 17 Agustusan yang berhasil menyedot perhatian dan partisipasi warga desa dari berbagai usia.
Kegiatan Lomba dan Peran Mahasiswa
Sebagai bagian dari program KKN, mahasiswa 205 berinisiatif menghidupkan kembali tradisi lomba kemerdekaan demi menyemarakkan momen 17 Agustus sekaligus mempererat solidaritas masyarakat. Beberapa lomba yang digelar antara lain lomba bola corong, goyang pinggul, nyunggih tempeh, adzan, tartil, serta lomba khas lainnya yang mengundang gelak tawa sekaligus kekhidmatan.
Mahasiswa berperan aktif dalam perencanaan dan pengorganisasian acara, termasuk memfasilitasi koordinasi antar kepala dusun serta menyediakan perlengkapan lomba. Mereka juga turut menjadi wasit dan pengawas selama acara berlangsung.
Perubahan yang Terjadi di Masyarakat
Pendampingan mahasiswa KKN ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Desa Plerean. Warga desa yang sebelumnya cenderung individualis mulai menunjukkan rasa gotong royong yang lebih tinggi. Partisipasi aktif dalam lomba dan kegiatan bersama mempererat hubungan sosial antarwarga dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap identitas lokal dan nasional.
Selain itu, berbagai ajang lomba yang diadakan juga membuka peluang bagi anak-anak dan remaja desa untuk menyalurkan bakat dan energi positif, sekaligus mengurangi kegiatan negatif selama masa liburan kemerdekaan.
Hasil dari Pendampingan
Keberhasilan pelaksanaan lomba 17 Agustusan ini menjadi salah satu bukti nyata kontribusi positif mahasiswa KKN 205 di Desa Plerean. Selain meningkatkan semangat kebangsaan, kegiatan ini juga menguatkan tali persaudaraan antargenerasi muda dan tua di desa tersebut.
Masyarakat menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran mahasiswa dari berbagai universitas yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membangkitkan kesadaran kolektif untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai kemerdekaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin desa setiap tahun, dengan dukungan penuh dari masyarakat dan mahasiswa KKN.