80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Bangsalsari, 16 Agustus 2025 - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 146 dari tiga perguruan tinggi terkemuka, yaitu Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Jember (UIJ), dan Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), mengadakan sebuah pelatihan inovatif. Acara yang berfokus pada budidaya maggot, pengemasan, dan pemasaran produk pertanian ini bertujuan untuk memberdayakan petani dan masyarakat lokal agar lebih mandiri secara ekonomi. Pelatihan ini diadakan di desa tempat mereka melaksanakan kegiatan KKN.
Pelatihan yang diikuti oleh puluhan warga desa ini mencakup tiga sesi utama. Sesi pertama berfokus pada teknik budidaya maggot (larva lalat Black Soldier Fly) yang efektif dan ramah lingkungan. Peserta diajarkan cara membuat media budidaya, merawat maggot, hingga memanennya untuk diolah menjadi pakan ternak atau pupuk organik. "Maggot ini bisa mengurai sampah organik dengan cepat dan menghasilkan produk bernilai ekonomis," ujar Eldo Delta selaku Koordinator Desa KKN Kolaboratif 146.
Sesi pertama pelatihan difokuskan pada ilmu dasar budidaya maggot yang dibimbing oleh Ibu Rini selaku Wakil Ketua Forum Bank Sampah. Beliau menjelaskan secara terperinci bagaimana cara memulai budidaya, dari pemilihan media, pemeliharaan larva, hingga proses panen yang benar. Para peserta, yang didominasi oleh petani dan ibu-ibu rumah tangga, terlihat sangat serius dan aktif bertanya, menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Tidak hanya sebatas teori, peserta juga diajak untuk praktik langsung. Mereka melihat langsung farm maggot mini yang telah disiapkan mahasiswa KKN. Sambil praktik, Ibu Rini membimbing peserta cara mengolah limbah dapur menjadi pakan maggot yang berkualitas. Momen ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam bahwa budidaya maggot sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja.
Melalui KKN Kolaboratif 146 ini, diharapkan masyarakat desa memiliki bekal dan keterampilan baru untuk menciptakan kemandirian ekonomi. Kolaborasi apik antara UNEJ, UIJ, dan ITSM menjadi bukti bahwa sinergi perguruan tinggi mampu menjadi motor penggerak perubahan positif yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Selain itu, Mahasiswa KKN juga Mengadakan pelatihan pengemasan dan pemasaran produk . Pelatihan ini berawal dari observasi mahasiswa terhadap potensi besar produk POC yang telah berhasil dibuat oleh masyarakat, namun terkendala dalam hal nilai jual dan jangkauan pasar. Produk POC buatan lokal memiliki kualitas yang baik, tetapi kemasan yang seadanya membuat produk ini kurang menarik di mata pembeli. Selain itu, strategi pemasaran yang masih terbatas pada sistem konvensional juga menjadi hambatan utama.
Acara dibuka oleh Eldo Delta bagaskara selalu Koordinator Desa. Dalam sambutannya Eldo menyampaikan "Produk yang diterima oleh pasar adalah produk yang sudah memiliki branding, oleh karna itu karna produk kita belum memiliki branding perlu membuat kemasan yang menarik perhatian konsumen. Selain itu strategipemasaran juga perlu diperhatikan untuk menjangkau pasar yang lebih luas yaitu dengan pendekatan digital".
Sesi pertama pelatihan diisi dengan materi mengenaipengemasan produk POC. Mahasiswa KKN menjelaskan beragam jenis kemasan yang bisa digunakan, mulai dari botol plastik, pouch, hingga jeriken kecil. Mereka juga mengajarkan cara membuat label produk yang informatif dan menarik. Para peserta diajak untuk mempraktikkan langsung cara menakar dan mengemas POC dengan rapi.
Setelah sesi pengemasan, pelatihan dilanjutkan dengan materi pemasaran. Mahasiswa KKN memberikan materi tentang strategi pemasaran yang efektif, baik secara konvensional maupun digital. Mereka menjelaskan pentingnya membangun merek produk dan branding yang kuat agar mudah diingat oleh konsumen. Peserta pun diberikan tips dan trik untuk melakukan promosi.
Diharapkan, dengan bekal ilmu yang didapat dari KKN Kolaboratif 146, para petani dan pelaku usaha di desa tersebut dapat mengemas produk POC mereka secara profesional. Keterampilan pemasaran yang baru juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, sehingga produk mereka dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara UNEJ, UIJ, dan ITSM tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat secara nyata.