80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sosialisasi, Diskusi, dan Praktik Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Kotoran Hewan oleh Mahasiswa KKN 126 Bersama dengan Kelompok Tani Desa Yosorati
Yosorati, 1 Agustus 2025 – Mahasiswa KKN 126 melaksanakan kegiatan sosialisasi, diskusi, dan praktik pembuatan pupuk organik padat dari kotoran hewan bersama Kelompok Tani Harapan Jaya 1 yang diketuai oleh Bapak Mukib. Kegiatan ini turut didampingi oleh Bapak Suharwiyanto selaku PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Desa Yosorati dan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada para petani terkait pemanfaatan limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan dan lebih ekonomis. Acara diawali dengan sambutan dan penjelasan dari PPL, dilanjutkan dengan sesi perkenalan, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung pembuatan pupuk organik padat dari kotoran hewan.
Menurut Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan limbah peternakan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintesis yang dapat menyebabkan degradasi tanah.
Antusiasme para petani terlihat jelas saat sesi diskusi berlangsung. Salah satu petani menanyakan, “Apakah pupuk organik dapat menggantikan pupuk kimia sepenuhnya?” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Bapak Suharwiyanto, “Pupuk kimia sintesis tetap dibutuhkan, namun rasionya dikurangi sedikit demi sedikit setiap masa tanam serta dikombinasikan dengan pupuk organik. Dengan begitu, residu pupuk kimia sintesis akan perlahan-lahan didegradasi oleh mikroba dalam pupuk organik.”
Pada sesi praktik, mahasiswa dan anggota kelompok tani bekerja sama membuat pupuk organik padat. Proses pembuatan meliputi pencampuran bahan kering (kotoran hewan, bekatul, dan serbuk kayu), pencampuran bahan cair (molase, EM4, dan air), penggabungan bahan padat dan cair, serta fermentasi menggunakan terpal selama 15 hari. Selama masa fermentasi, pupuk perlu diaduk pada hari ke-4 dan hari ke-10.
Rasio bahan dapat mengikuti panduan pada tabel di bawah ini dan dapat disesuaikan dengan jumlah KOHE yang dimiliki.
KOHE 10 kW
Limbah gergaji kayu 1 kW
Dedek (bekatul) 10 kg
EM4 0.5 liter
Molase (tetes tebu) 1 liter
Air Secukupnya
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para petani dapat secara mandiri mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang terus mengalami kenaikan harga, serta menimbulkan kerusakan pada tanah, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.